Sebanyak 7 relawan itu dicegat karena dituduh hendak melakukan praktek money politics. Bahkan, salah seorang relawan bernama Herlambang, asal Kecamatan Besuki, juga mengalami aksi penganiayaan hingga mengalami luka robek di bagian pelipis kanan, dan cedera pada kakinya.
Aksi kekerasan baru berhenti, setelah para relawan itu diamankan di rumah seorang tokoh, H Surinap, di Desa Mlandingan Wetan Kecamatan Bungatan.
"Semalam mereka diamankan di rumah seorang tokoh di Mlandingan Wetan. Syukurlah tadi subuh sudah bisa dievakuasi dengan selamat," kata Kapolsek Mlandingan, AKP M Subakri, Selasa (8/12/2015).
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, aksi massa itu bermula saat mereka memergoki Herlambang dan 6 rekannya berada di rumah seorang warga, di Desa Sumberanyar Kecamatan Mlandingan, sekitar pukul 23.00 WIB tadi malam.
Massa curiga karena Herlambang datang dengan menggunakan sebuah pick up B 9965 UAF, yang dimodifikasi layaknya mobil patroli aparat dan ditempeli dengan jargon-jargon paslon yang didukungnya.
"Padahal saya ke sana mau jemput teman yang akan ikut ke Besuki untuk ambil motor. Tidak tahunya setelah mau naik ke mobil saya dihadang oleh mereka. Tanpa tanya apa-apa, mereka langsung memukuli saya," tandas Herlambang.
Tuduhan terhadap Herlambang dkk akan melakukan money politics, konon karena telah ditemukan 4 buah amplop dari dalam mobilnya. Saat satu amplop dibuka, ternyata berisi uang pecahan Rp 5 ribuan sebanyak 4 lembar dan beberapa stiker paslon nomor 2. Massa pun menuduh Herlambang dkk akan melakukan politik uang.
"Demi Allah, saya tidak tahu amplop dan uang itu milik siapa dan dari mana. Ini fitnah dan rekayasa. Sebelumnya amplop itu tidak ada dalam mobil saya. Saya tadi terpaksa mau tanda tangan dan mengakui, karena tidak kuat sakit karena dipukuli. Teman-teman saya juga diintimidasi. Mulai diancamĀ mau disembelih sampai dibakar hidup-hidup," bantah Herlambang.
Saat 7 relawan itu diamankan di rumah sang tokoh, suasana sempat mencekam. Ada puluhan massa yang tetap berkerumun di sekitar rumah H Surinap. Bahkan, seorang dokter yang hendak memeriksa kondisi kesehatan para relawan, juga tak luput dari kemarahan warga.
Diantaranya malah ada yang melayangkan bogem mentahnya ke arah sang dokter. Sebab, massa menuding dr Agus Setyabudi juga sebagai pendukung paslon yang sama dengan para relawan yang diamankan. Baru, setelah hampir 4 jam, para relawan dan si dokter akhirnya berhasil dievakuasi oleh pasukan Brimob. Mereka dinaikkan ke atas truk polisi, dan langsung dibawa ke kantor Panwaslih Kabupaten Situbondo.
"Untuk sementara belum bisa disimpulkan, apakah mereka telah melakukan money politics atau percobaan money politics. Kami masih terus menghimpun bukti-bukti dan keterangan yang didapat dari lapangan," papar Murtafik, anggota Panwaslih Kabupaten Situbondo.
Sebab sesuai aturan perundang-undangan, sambung Murtafik, jika yang memberikan adalah paslon atau tim kampanye paslon. Itu pun jika sudah terjadi pemberian. Sementara dari keterangan yang dihimpun di lapangan, saat ditemukan mereka belum memberikan.
"Tapi kami masih akan melakukan pendalaman, belum bisa menyimpulkan," tandas Murtafik. (fat/fat)











































