Kapolres Blitar AKBP Muji Ediyanto mengaku 37 daerah itu siaga satu karena banyak terjadi isu-isu yang memicu pertikaian.
"Diantaranya wilayah yang gampang terprovokasi isu dukun santet, wilayah yang pernah mengalami pilkada ulang pada pileg dan pilpres, wilayah yang ada pemilih diproses hukum karena mencoblos surat suara bersama-sama. Selain itu ada sengketa dari paslon sendiri," kata kapolres usai apel pasukan untuk pengamanan massa di Mapolres Blitar, Senin (7/12/2015).
Namun, jelas dia, diantara wilayah yang dinilai paling rawan sampai saat ini masih ada perselisihan antar warga akibat sengketa lahan perkebunan.
Diantara ke 37 wilayah tersebut adalah Kecamatan Gandusari, Wonotirto, Wates, Sanan Kulon dan Garum. Sementara itu untuk pengamanan TPS, pihaknya menyiapkan 500 personel di 1.706 TPS, ditambah 1 SSK Sabhara Polda Jatim dan 1 SSK TNI.
(fat/fat)











































