Saat ditemukan, kondisi mayat itu sudah mengenaskan. Mayat itu sudah bengkak, berbau busuk dan kulitnya sudah mulai melepuh. Mayat yang memakai kaos warna merah dan celana pendek hitam mengalami luka memar di wajah dan ada luka di kepala bagian belakang.
"Mayat sudah dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Wibowo kepada detikcom, Senin (7/12/2015).
Ardian mengaku belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat tersebut. Luka tersebut belum diketahui dari mana asalnya, apakah memang dari tindak kekerasan atau terbentur sesuatu. Dari hasil otopsi nanti akan diketahui dari manakah luka itu berasal.
Identitas mayat sendiri belum diketahui. Polisi sudah mencocokkan sidik jari pada mayat dengan alat Mobile Automated Multi- Biometric Identification System (Mambis). Tetapi belum ada hasilnya. Sepertinya sidik jari korban belum pernah dipindai dengan alat pembuat e-KTP.
"Kami masih mencoba mencari identitas mayat tersebut. Untuk sementara belum ada laporan kehilangan yang kami terima," tandas Ardian. (iwd/fat)











































