"Ada 114 ribu sekian (personel pengamanan)," kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji usai Apel Pergeseran Pasukan dalam rangka Harkamtibmas di Wilayah Jawa Timur, di lapangan Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (7/12/2015)
Dari informasi yang dihimpun, personel pengamanan pilkada serentak di 19 kabupaten dan kota di Jawa Timur sebanyak 114.438 personel. Terdiri dari 21.279 personel Polri. 6.210 personel backup anggota TNI Kodam V Brawijaya. Serta 86.949 personel petugas dari Linmas.
Untuk pasukan pengaman dari 21.279 personel Polri yakni terdiri dari 14.477 petugas dari 19 polres pelaksana. 3.970 personel dari 20 polres pendukung. 1.500 Brimob Polda Jatim. 200 personel Brimob dari Mabes Polri.
2 Unit anti anarkhis sebanyak 40 personel. 275 personel gabungan staf Polda Jatim. 300 personel dari Kompi kerangka polda. 150 personel dari Sabhara Polda Jatim. 31 personel dari unit pengurai massa. 5 personel 1 unit AWC, 1 unit intelkam sebanyak 6 personel dan 325 siswa SAG.
2 SSK Brimob Mabes Polri rencanananya akan diBKO-kan ke Polres Banyuwangi dan 1 SSk standby di Mapolda Jatim.
Kapolda mengingatkan ke petugas pengamanan pilkada, agar tidak meremehkan situasi sekecil apapun.
"Tugas pokok pengamanan pilkada, tuganya nggak ada yang lain, ngamankan saja. Yang pesta rakyat, kita mengamankan saja, agar pesta rakyat berjalan baik," tandasnya.
Ketika ditanya daerah mana saja yang rawan, Jenderal dengan dua bintang dipundaknya ini menegaskan, pengamanan di Kabupaten Mojokerto sudah diantisipasi.
"Kita tidak boleh mengatakan ini oh daerah rawan bukan daerah rawan. Semua kita amankan. Yang jelas semua kita siap," tandasnya. (roi/bdh)











































