Hingga Senin pagi, aktivitas Gunung Bromo dilaporkan pos pantau Gunung Bromo, gempa tremor meningkat dengan amplitudo mencapai 3 sampai 23 milimeter dominan 6 milimeter.
"Ya, sekitar 50 persen yang membatalkan pemesanan. Jauh jika dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin, saat berbincang dengan detikcom, Senin (7/12/2015).
Digdoyo mengaku pengunjung merosot hingga 90 persen. Pihaknya pun membuat terobosan dengan memberi diskon 10-25 persen.
"Akhir tahun ini pemesan hotel sepi. Merosot sekitar 90 persen," keluh pria berkacamata, yang sejak tahun 1985 bergelut dengan bisnis hotel ini.
Digdoyo mengimbau pelaku wisata tidak perlu takut datang ke Gunung Bromo. Sebab tahun baru pasti ramai dan moment bagus untuk melihat sunrise.
"Pemesan hotel didominasi dari luar daerah, dari Jakarta dan Jawa Barat, yang biasanya membawa keluarganya, untuk menikmati sunrise Bromo, melihat pijar vulkanik ketika malam hari dan terbitnya matahari," jelasnya. (fat/fat)











































