"Kami melakukan inspeksi baik di jalur utara maupun jalur selatan," ujar Dirut PT KAI Edi Sukmoro kepada wartawan di Stasiun Pasar Turi, Sabtu (5/12/2015).
Inspeksi jalur utara dilakukan sendiri oleh Edi, sementara inspeksi jalur selatan dilakukan oleh tim lain. Edi melakukan inspeksi menggunakan Kereta Istimewa
Ciremai dan Semeru. Edi berangkat dari Jakarta dengan tujuan akhir Surabaya.
Selama inspeksi, Edi datang ke stasiun di tiap-tiap daops. Ternyata setiap daops sudah melakukan tugasnya dengan baik menyambut angkutan natal dan tahun baru yang berlangsung 20 Desember 2015-5 Januari 2016.
"Tiap daops sudah memetakan daerah rawan yang ada di wilayahnya," kata Edi.
Setelah mendapatkan laporan, ternyata jalur utara dan selatan mempunyai daerah rawan yang berbeda. Jalur utara mempunyai daerah rawan pelemparan, banjir, perlintasan sebidang. Sementara jalur selatan lebih berpotensi mempunyai daerah rawan bencana seperti longsor.
"Jalur selatan ini lebih critical," lanjut Edi.
Edi menambakan bahwa dalam angkutan natal dan tahun baru di tahun ini, ada 10 kereta tambahan yang dikerahkan. Pengerahan kereta tambahan ini untuk mengatisipasi tambahan 1 % peningkatan penumpang dibanding pada tahun sebelumnya.
"Pada tahun lalu jumlah penumpangnya 1,7 juta. Jumlah itu sekarang meningkat 1 %," ujar Edi.
Untuk penjualan tiket, Edi mengaku belum semua tiket terjual. Tiket yang terjual mencapai 70 % dari keseluruhan tiket yang ditawarkan. Edi yakin tiket akan terjual habis setelah ujian sekolah.
"Habis UAS ini biasanya penjualan tiket meningkat," tandas Edi. (fat/iwd)











































