Protes Sikap KPU, Salah Satu Paslon Pilkada Situbondo Walk Out saat Kirab Damai

Protes Sikap KPU, Salah Satu Paslon Pilkada Situbondo Walk Out saat Kirab Damai

Ghazali Dasuqi - detikNews
Sabtu, 05 Des 2015 15:45 WIB
Protes Sikap KPU, Salah Satu Paslon Pilkada Situbondo Walk Out saat Kirab Damai
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Salah satu paslon Pilkada di Situbondo mendadak walk out (WO) sebagai peserta kirab damai, Sabtu (05/12/2015). Iring-iringan paslon nomor urut 2, yakni KH Abdul Hamid Wahid - LH Fadil Muzakki Syah, tiba-tiba keluar dari barisan rombongan saat kirab damai sudah tiba di jalan raya Desa Pasir Putih Kecamatan Bungatan.

Aksi WO ini dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap penyelenggara pemilu (KPU) di Situbondo. Tim Pemenangan Paslon nomor urut 2 ini keberatan atas sikap KPU, yang dituding membiarkan salah satu paslon lain melakukan manuver-manuver di luar ketentuan kirab damai. Di antaranya, paslon turun dari mobil untuk bersalaman dengan pendukungnya yang ada di tepi jalan.

"Selain itu, mobil paslon kami juga digedor-gedor dan dihadang pendukung paslon lain di jalan raya Desa Klatakan. Makanya, kami sengaja keluar dan boikot kirab damai ini. Selain untuk menjaga kondusifitas, ini juga sebagai bentuk protes atas sikap KPU, yang tidak adil memberlakukan semua paslon dalam kirab damai ini. Kami akan melaporkan sikap KPU ini kepada DKPP," tegas Sunardi, Ketua Tim Pemenangan Paslon Nomor 2.

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, acara kirab damai digelar KPU Situbondo sebagai puncak sosialisasi pilkada dan kampanye semua paslon sebelum memasuki hari tenang. Kirab damai ini diikuti seluruh paslon peserta Pilkada Situbondo.

Selain diawali dengan penandatanganan ikrar damai seluruh paslon, kirab damai juga ditandai dengan pelepasan balon dan ratusan burung merpati oleh ketiga paslon. Pelepasan peserta kirab damai dipusatkan di Alun-alun Situbondo, sebelum akhirnya berkeliling ke seluruh penjuru Situbondo.

Namun, baru beberapa saat setelah dilepas, Tim Pemenangan Paslon nomor urut 2 langsung keluar dari barisan kirab damai. Itu dilakukan sebagai protes terhadap sikap KPU yang dinilai membiarkan paslon yang ada di belakangnya bermanuver di luar ketentuan. Termasuk beberapa kali berhenti dan turun dari mobil untuk menyapa bersalaman dengan pendukungnya yang ada di pinggir jalan, hingga dianggap mengganggu jalannya kirab.

"Rombongan paslon 2 dan rombongan paslon 1 sampai menunggu lama di tepi jalan Desa Klatakan Kecamatan Kendit. Saat menunggu itulah, mobil paslon kami dihadang dan digedor-gedor. Yang bikin ironis, KPU justru membiarkan," sesal Sunardi.

Cabup nomor urut 2, KH Abdul Hamid Wahid menambahkan, pihaknya sengaja WO dari kirab damai demi menjaga kondusifitas. Sebab, jalur-jalur yang akan dilalui berikutnya juga terdapat kantong-kantong pendukungnya.

"Kalau sampai terjadi hal-hal tak diinginkan, tentu kirab damai ini akan kontra produktif. Kami akan segera mengklarifikasi masalah ini ke KPU. Kami juga akan melaporkan masalah ini ke KPU Propinsi, KPU Pusat dan DKPP," ujar Cabup Hamid.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Situbondo, Joedo Fadjar Riawan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan upaya-upaya persuasif, agar rombongan paslon nomor urut 2 kembali ke barisan kirab damai.

Joedo mengaku tidak tahu menahu, jika paslon di belakangnya turun dari mobil untuk bersalaman dengan pendukungnya. Sebab, saat kirab damai berlangsung, posisi KPU Situbondo sendiri berada di barisan depan.

"Betul, kalau ada paslon yang turun dari mobil itu sudah diluar dari kententuan kirab damai. Tapi kami tidak tahu karena kami ada di depan. Makanya, sekarang sedang dilakukan upaya persuasif agar paslon nomor 2 kembali melakukan kirab damai," tegas Joedo.

Menurut Joedo, kirab damai ini merupakan kampanye bersama dan sosialisasi Pilkada Situbondo. Sekaligus untuk mendorong masyarakat Situbondo agar berpartisipasi dalam Pilkada, pada 9 Desember mendatang.

"Jadi kirab ini merepresentasikan agar masyarakat Situbondo 100 persen mencoblos dan 100 persen damai," pungkas Joedo. (iwd/iwd)
Berita Terkait