Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso mengatakan, bekas luka pertama terdapat pada tulang wajah korban. Saat ditemukan, kondisi kepala perempuan tanpa indentitas itu nyaris menjadi tengkorak. Hanya saja terdapat resapan darah yang menunjukkan bekas pukulan benda tumpul.
"Hasil otopsi kemarin (4/12/2015), pada tulang rusuk dada sebelah kanan korban patah dua bagian dan ada memar bekas kekerasan benda tumpul," kata Budi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (5/12/2015).
Bekas penganiayaan ketiga, lanjut Budi, ditemukan pada leher korban. Menurut dia, tulang leher bagian belakang ring 6 patah. Selain itu, korban juga mengalami patah tulang punggung bagian belakang ring 12. Diduga kuat korban menerima beberapa kali pukulan keras dari arah belakang sebelum tewas.
"Dugaan sementara korban meninggal akibat dianiaya seseorang, kami masih berupaya mengungkap identitas korban," ujarnya.
Mayat perempuan itu ditemukan seorang pencari madu di Jurang Kutukan Sendi, Rabu (2/12/2015). Saat ditemukan kondisi mayat sudah membusuk terbungkus karung plastik.
Polisi tak menemukan identitas pada mayat. Hanya saja terdapat ciri-ciri yang bisa dikenali oleh keluarga. Antara lain, korban memakai jaket hitam, kaos merah, dan celana jeans warna biru.
Sejumlah perhiasan berupa kalung perak, cincin dan gelang warna emas masih utuh. Jam tangan dari bahan logam berwarna emas dan merah juga masih melekat di tangan kiri korban.
"Kalau ada yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri dan benda yang melekat pada korban, silakan melapor ke kami," tandas Budi. (iwd/iwd)










































