Kegiatan ini digelar untuk mencari jalan terbaik untuk kesinambungan kegiatan penambangan emas gunung Tumpangpitu, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.
Pemkab Banyuwangi meminta kepada menagement PT BSI untuk mnemperbaiki komunikasi dengan masayarakat terdampak tambang emas.
"Kami mencoba mengevaluasi dan mereview kembali insiden kerusuhan yang terjadi di Tumpangpitu. Kami cari jalan win-win solution terkait dengan permasalahan ini," ujar Penjabat Bupati Banyuwangi Zarkasi, kepada detikom, usai digelarnya kegiatan tertutup tersebut.
Menurutnya, saat ini PT BSI harus melakukan evaluasi terhadap manajemen yang dinilai tak mampu dalam menjalankan kinerjanya. Selain itu, PT BSI diminta menjalin kembali komunikasi yang baik dengan masyarakat.
"Kami berkomunikasi dengan PT BSI. Kami minta mereka memperbaiki manajemen dan berkomunikasi dengan masyarakat," pungkas Zarkasi.
Sementara itu, salah satu Direksi PT BSI, Arif Firman mengaku bahwa PT BSI membuka diri untuk perbaikan komunikasi kepada masyarakat. Tidak hanya itu, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap manajemen sebagai imbas protes terhadap adanya operator tambang emas di Gunung Tumpangpitu.
"Kami akan ajak kembali komunikasi masyarakat, kita ajak diskusi secara terbuka. Selanjutnya kami akan susun detail dari keinginan masyarakat melalui CSR," ujarnya.
Insiden kerusuhan di Gunung Tumpangpitu Banyuwangi, kata Arif, diakuinya lantaran komunikasi yang buntu dengan masyarakat. Selain itu, ulah provokator yang membuat suasana panas memicu adanya kerusuhan dan pengrusakan infrastruktur tambang emas milik PT.BSI.
"Kita coba saling instropeksi. Kami juga mengakui adanya kesalahan ini dan membuat mata kita terbuka. Dan kami kembali melakukan komunikasi yang baik
sehingga tambang emas di Banyuwangi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya. (iwd/iwd)











































