"Kami mau undang dari Lamborghini yang ada di Indonesia," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (3/12/2015).
Argo mengatakan, kedatangan ahli dari Lamborghini Indonesia yang berkantor di Jakarta itu dilakukan untuk mengetahui sistem kerja mesin mobil mewah tersebut.
"Untuk mengetahui bagaimana sistem kerja mobil ini. Apakah hasilnya sesuai dengan keterangan tersangka atau tidak," terangnya.
Menurut keterangan pengemudi Lamborghini, Wiyang Lautner, saat terjadi kecelakaan setir mobilnya terkunci sehingga tak bisa dikendalikan. Lamborghini Gallardo type LP570-4 nopol B 2258 WM yang dikemudikan Wiyang Lautner lantas menabrak warung STMJ di Jalan Manyar Kertoarjo Surabaya pada Minggu (29/11/2015).
Kejadian itu mengakibatkan korban meninggal satu orang dan luka-luka dua orang.
Penyidik dari Satlantas Polrestabes Surabaya terus menyelidiki kecelakaan mobil mewah yang merenggut nyawa. Sudah ada 8 saksi yang dimintai keterangan seperti penjual STMJ, satpam yang berada di sekitar lokasi. Sedangkan istri korban meninggal dunia, masih belum dimintai keterangan.
"Saksi-saksi dimintai keterangan. Apakah melihat atau mendengar kejadian itu. Pada intinya, membenarkan ada kecelakaan," kata Argo.
"Terkait penyebab kecelakaan, ini masih dilakukan analisa. Hari ini tadi, Labfor juga kembali melakukan olah TKP," tandasnya. (roi/iwd)











































