Kuliah Umum di UMS Undang Risma, Panitia Terima Ancaman

Kuliah Umum di UMS Undang Risma, Panitia Terima Ancaman

Zainal Effendi - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 15:30 WIB
Kuliah Umum di UMS Undang Risma, Panitia Terima Ancaman
Foto: Zainal Effendi
Surabaya - Tri Rismaharini akhirnya membatalkan kehadirannya sebagai pembicara dalam kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surabaya. Selain itu, panitia acara juga mendapat ancaman pembubaran dari panitia pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya.

Ketua panitia kuliah umum, Ratno Abidin, pada wartawan mengaku, pada Rabu (2/12/2015) malam mendapatkan ancaman berupa telepon dan pesan singkat dari panwas. Panwas akan membubarkan kegiatan kuliah umum karena Risma adalah calon Walikota Surabaya. Dan melakukan kegiatan kampanye di lingkungan kampus atau pendidikan tidak diperbolehkan.

"Sampai pukul 06.00, Kamis (3/12) pagi tim beliau (tim pemenangan Risma-Whisnu) mengkonfirmasi hadir tapi tadi jam 10.00 WIB saya mendapat kabar beliau tidak bisa hadir,"

"Sempat beredar tadi malam dan tadi humas kampus sempat di telepon Panwas Surabaya yang dianggap melakukan kampanye di kampus," kata Ratno pada wartawan di ruang humas Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (3/12/2015).

Bahkan ia mengaku mendapat pesan singkat yang menyatakan Panwas se Surabaya akan mendatangi Universitas Muhammadiyah. "Bahkan ada yang mendapat pesan singkat acara akan dibubarkan. Kalau kampanye silahkan, tapi ini kan murni kuliah umum dan ini kami adakan per semester dan hukumnya wajib dan kami sentralkan di auditorium," ungkap dia.

Meski tidak dihadiri Risma sebagai pemberi materi kuliah umum dengan tema 'Pendidikan Karakter', panitia tetap melanjutkan acara.

Informasi yang dihimpun detikcom, acara kuliah umum yang menghadirkan Risma sebagai pemberi materi mendapat perhatian khusus dari panwas yang memerintahkan seluruh panwas se Surabaya untuk merapat ke kampus di kawasan Mulyorejo itu.

"Perintah Pak Safwan se Surabaya disuruh merapat ke sini," kata Panwas Kecamatan Tenggilis yang enggan disebut namanya.

Akan tetapi panwas yang sengaja tidak mengenakan seragam panwas itu mendapat perintah baru jika panwas yang berada di sekitar Mulyorejo disuruh merapat. (ze/iwd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini