Hebat, Ibu Guru Tunadaksa ini Dirikan Sekolah Gratis

Hebat, Ibu Guru Tunadaksa ini Dirikan Sekolah Gratis

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 03 Des 2015 10:11 WIB
Hebat, Ibu Guru Tunadaksa ini Dirikan Sekolah Gratis
Miftahul Khoir sedang mengajar/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Perempuan berjilbab hijau itu nampak sibuk di teras rumahnya yang terletak di pinggir sawah di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Dibantu sang suami, dia begitu cekatan memasang sebuah kaki palsu. Dia adalah Miftahul Khoir, seorang tunadaksa yang mempunyai keterbatasan fisik pada kaki .

Kaki yang terbuat dari kayu itu menjadi penyangga tubuhnya sejak kecelakaan tahun 2005 silam yang memaksa dokter mengamputasi kaki kirinya. Dengan sedikit terpincang-pincang, istri Djit Thendra (27) ini terlihat begitu semangat berjalan menuju ke sebuah gedung yang berjarak sekitar 20 meter persis di depan rumahnya.

Bangunan 2 lantai dengan 8 ruangan itu menjadi tempat perempuan 26 tahun itul mengabdikan hidupnya sebagai seorang guru. Seperti namamya sendiri, sekolah menengah pertama (SMP) itu dia beri nama SMP Islam Miftahul Khoir. Sekolah itu diperuntukkan bagi warga miskin. Sekolah itu susah payah dia rintis bersama suaminya sejak 2013 silam.

"Saya ingin sekali mengembangkan ilmu saya, mengamalkan ilmu saya ke orang lain. Namun, dulu saya melamar ke mana-mana tidak diterima karena kondisi fisik saya yang terbatas. Untuk itu saya dibantu suami mendirikan sekolah ini," kata Miftahul kepada detikcom, Kamis (3/12/2015).

Menurut Miftahul, sekolah yang mulai menerima siswa baru 22 Maret 2013 itu kini memiliki 58 siswa. Yakni siswa kelas VII dan VIII masing-masing 18 orang, serta 22 orang siswa kelas IX.

Uluran tangan dari pemerintah berupa dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan para donatur, membuat kegiatan belajar mengajar di SMP Islam Miftahul Khoir terus berjalan. Selain untuk operasional sekolah, dana yang terkumpul juga untuk mengganti uang bensin 15 guru yang membantu Miftahul mengajar.

Tak seperti sekolah lainnya, puluhan siswa sekolah swasta ini tak dipungut biaya apapun. Bahkan seragam sekolah, tas, buku pelajaran, hingga sepatu diberikan gratis ke para siswa.

"Anak-anak di sekitar sini yang keluarganya kurang mampu biar bisa sekolah gratis," ujarnya sembari berjalan ke ruang kelas IX.

Bel tanda jam pelajaran dimulai memecah obrolan detikcom dengan Miftahul. Dengan wajah ceria, ibu guru cantik itu bergegas masuk ke ruang kelas IX. Ucapan salamnya dijawab dengan serempak oleh 22 siswa yang sudah duduk membentuk 5 kelompok belajar.

Ibu satu anak itu mengawali pelajaran Matematika pagi ini dengan sejumlah pertanyaan untuk para muridnya. Ya, pertanyaan itu sedikit mengulang materi yang dia sampaikan pada pertemuan sebelumnya.

Dengan cekatan, spidol di tangannya 'menari' di papan putih di depan kelas. Sejumlah rumus Matematika itu tertulis rapi. Para siswa pun terlihat serius menyalin tulisan ibu guru mereka ke buku tulis masing-masing.

Sejurus kemudian, Miftahul terlihat duduk di kursi guru yang terletak di sudut depan ruangan. Sembari menunggu para siswa selesai menulis, lulusan Universitas Wisnu Wardhana Malang ini terlihat mengabsensi siswanya. Kaki kirinya yang ditopang kaki palsu membuat dia tak bisa terlalu lama berdiri.

"Paling lama berdiri 30 menit. Lebih dari itu terasa sakit. Di sekolah ini, saya mengajar 15 jam dalam seminggu. Memang kurang jika dibandingkan guru yang sudah bersertifikasi," ungkapnya.

Tujuan Miftahul mendirikan SMP Islam ini pun tergolong sederhana. Selain sebagai sarana mengabdikan hidupnya, dia ingin para anak didiknya tak putus sekolah.

"Saya ingin anak-anak bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat, akhlaknya bisa tertata. Nanti kalau sudah lulus, akan kami carikan sekolah yang mau memberi keringanan biaya. Kami akan bekerjasama dengan SMA di sekitar sini," tandasnya.
Miftahul Khoir memasang kaki palsu dibantu suaminya
(iwd/iwd)
Berita Terkait