Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo, awalnya mengucapkan ikut berbelasungkawa atas kejadian pada keluarga almarhum Kuswanto. Pihaknya menilai kejadian yang menimpa warga Kaliasin, Surabaya ini sebuah bencana dan wajib mendapatkan bantuan.
"Itu kan bencana, maka dinas sesuai SOP akan membantu orang yang terkena bencana," kata Supomo saat berbincang bincang dengan detikcom, Senin (30/11/2015).
Selain bantuan berupa bahan kebutuhan pokok seperti sembako dan uang tunai, anak korban akan dimasukkan dalam program permakanan untuk anak yatim. "Anaknya kan menjadi yatim karena ayahnya meninggal dunia, maka anaknya akan mendapat bantuan dan mendapat makan tiap hari dari Pemkot Surabaya yang biasa disebut permakanan," ungkap dia.
Ia menambahkan, permakanan selama 3 kali makan untuk 6 hari sejumlah jiwa yang ditinggalkan. "Yang ditinggalkan sebanyak 6 jiwa akan mendapat makan 3 kali sehari selama 6 hari," imbuh mantan Camat Kenjeran ini.
Sedangkan Srikanti, istri korban meninggal usai diseruduk Lamborghini Gallardo bernopol B 2258 WM yang dikemudikan Wiyang Lautner akan mendapatkan program pemberdayaan perekonomian karena sebagai pengganti tulang punggung keluarga.
Menurutnya, istri korban saat ini bekerja sebagai pengantar kue kering. "Sebagai pengganti tulang punggung keluarga, maka akan kami berdayakan perekonomiannya. Bisa juga kita ikutkan pelatihan untuk perbaikan ekonomi," ujarnya.
Bantuan juga diberikan kepada Mujianto (44) warga Pakis Tirtosari yang merupakan penjual STMJ yang ikut menjadi korban luka tulang retak saat terjadi kecelakaan. (ze/try)











































