Trauma Dikeroyok Tetangga, Bek Persis Solo Takut Pulang ke Rumah

Trauma Dikeroyok Tetangga, Bek Persis Solo Takut Pulang ke Rumah

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 30 Nov 2015 14:22 WIB
Trauma Dikeroyok Tetangga, Bek Persis Solo Takut Pulang ke Rumah
Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Qoiron Sandy Tyas (22) mengaku masih trauma pasca dikeroyok tetangganya sendiri. Bek kiri Persis Solo ini masih takut pulang ke rumahnya di Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jombang.

Ditemui detikcom di Paviliun Asoka RSUD Jombang, Senin (30/11/2015), Sandy terlihat tak lagi menjalani perawatan. Bek kiri Persis Solo ini hanya tiduran di depan ruang rawat inap ditemani salah seorang kakak kandungnya.

Kondisinya terlihat membaik. Hanya saja pemilik nomor punggung 77 ini mengaku masih sakit di tenggorokan dan pusing di kepalanya. Suaranya pun terdengar sedikit serak.

"Saya endak mau lagi pulang ke rumah. Karena kalau di rumah nanti malah sakit hati melihat pelaku yang memukuli saya dan adik saya," kata Sandy.

Perasaan trauma pun masih menghantui Sandy. Meski kondisinya sudah membaik, dia memilih bertahan di rumah sakit. Selain menjaga kedua adiknya yang masih dirawat, bek Persis Solo ini mengaku takut kembali dikeroyok warga jika pulang ke rumahnya.

"Saya khawatir warga yang sudah diprovokasi para pelaku masih emosi. Rencana saya sekeluarga mau pindah saja dari rumah. Entah kontrak rumah atau bagaimana," ujarnya.

Sandy menuturkan, sejak tahun 1999, keluarganya yang sebelumnya menetap di Surabaya pindah ke Desa Gadingmangu. Menurut dia, selama ini kehidupan keluarganya dan warga sekitar yang sesama jamaah LDII berjalan harmonis.

Dia juga mengaku belum paham betul persoalan yang melatarbelakangi aksi pengeroyokan terhadap dirinya serta kedua adik kandungnya, Alfian Elyas (19) dan Reza Eliandani (20). Sandy menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak kepolisian.

"Harapan saya proses hukum tetap jalan. Kami siap membuktikan segala fitnah yang dituduhkan mereka (pelaku pengeroyokan)," tandasnya.

Sandy dan 2 adik kandungnya babak belur dikeroyok tetangganya sendiri, Jumat (27/11) malam. Tak hanya itu, warga juga merusak 3 rumah dan sebuah bengkel tambal ban milik keluarga Sandy. Aksi anarkisme massa ini dipicu adanya isu bahwa Sandy dan adik-adiknya mengedarkan narkoba dan pelecehan seks di lingkungan Ponpes LDII Gadingmangu.

Sementara Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Hidayat mengatakan kasus pengeroyokan sekaligus perusakan dan penjarahan rumah keluarga Sandy disidik oleh Polsek Perak. Namun, pihaknya membackup penuh proses penyidikan.

"Semua proses penyidikan di polsek tetap di back up oleh polres," ujarnya singkat. (fat/fat)
Berita Terkait