Korban yang tewas tersambar petir saat hujan deras, sedang membersihkan selokan di depan rumahnya karena tersumbat kotoran.
"Korban mengalami luka gosong pada punggungnya," kata Kapolsek Garum AKP Rusmin, Senin (30/11/2015).
Selain korban tewas, rumah warga juga ada yang roboh. Rumah itu milim Sukardi (38), warga Desa Soso, Kecamatan Gandusari. Rumah tembok berukuran 6 x 12 meter, ambruk karena tertimpa pohon sengon. Namun, korban selamat karena saat kejadian itu sedang berada di dapur.
"Kami bersama, istri dan dua anak saya, sedang berada di dapur. Sementara rumah bagian depan tertimpa pohon. Memang anginnya sangat kencang," paparnya.
Pantauan detikcom, selain dua korban di atas, angin kencang juga merusakkan rumah Muklas (58), warga Lingkungan Jatisari, Kelurahan/Kecamatan Kademangan. Dapur rumahnya, berukuran 8 x 7 meter itu ambruk tertimpa pohon Jati.
Saat itu, ia bersama Umi Kulsum (52), sedang salat dhuhur berjamaah, di ruang tengah. Bersamaan itu, mereka dikejutkan suara braak. Ternyata, dapur rumahnya ambruk akibat tertimpa pohon jati milik tetangganya.
Sebuah tower milik radio Citra yang berlokasi di Desa Rembang, juga roboh. Dan kandang ayam ukuran 30x10 meter milik Jati (38), warga Dusun Pandean, Kelurahan Tangkel, Kecamatan Wlingi, hancur. Ayam sebanyak 5.000 ekor, sebagian mati karena usianya baru 25 hari.
"Kerugian material senilai Rp 250 juta. Sebab, saat kejadian itu, korban Muklas tak ada di rumah," kata Kompol Hari Mujiarso, Kapolsek Wlingi. (fat/fat)











































