Dua Kubu Calon Wali Kota Surabaya Lempar Psywar, ini Buktinya

Dua Kubu Calon Wali Kota Surabaya Lempar Psywar, ini Buktinya

Budi Sugiharto - detikNews
Minggu, 29 Nov 2015 22:26 WIB
Dua Kubu Calon Wali Kota Surabaya Lempar Psywar, ini Buktinya
Foto: Budi Sugiharto
Surabaya - 10 Hari lagi coblosan Pilkada Surabaya digelar. Dua pasangan calon, Rasiyo-Lucy Kurniasari akan berebut suara melawan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana.

Mendekati berakhirnya masa kampanye, Suhu politik di Kota Pahlawan ikut memanas. Kedua pasangan calon saling mengklaim menjadi yang paling berhak memimpin Kota Surabaya untuk lima tahun mendatang.

Tim Pemenangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana pun jauh-jauh hari melempar psywar atau perang psikologi dengan kemenangan sudah di depan mata sehingga pihaknya sudah harus menyiapkan pidato kemenangan atau victory speech.

Melalui juru bicaranya, Didik Prasetyono menyatakan jika dari hasil evaluasi 14 hari masa kampanye menunjukkan tren yang menggembirakan. Bahkan ia menyebut target yang dipatok PDIP sebenar 93 persen bakal terlampaui.

Demikian pula Rasiyo. Calon wali kota yang diusung Partai Demokrat dan PAN ini tak mau kalah. Ia sesumbar elektabilitasnya sudah meninggalkan Tri Rismaharini yang dikenal sebagai calon incumbent. Hanya saja, Rasiyo mengakui jika tingkat popularitas dirinya masih di bawah Risma.

Sayangnya, kubu Risma maupun Rasiyo tidak membuka angka hasil survei terakhirnya ke publik. Kedua kubu hanya sibuk mengklaim sebagai calon pemenang pada Pilkada Surabaya.

Berikut ini bukti psywar kedua kubu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya yang dilemparkan ke publik.

PDIP Siapkan Victory Speech Bagi Risma

Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
PDIP optimis terget perolehan suara Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana mampu melampaui target yang telah ditetapkan 93%.

"Hingga 14 Hari jelang coblosan, hasilnya menggembirakan. Kita optimis target akan terlampui," tegas Didik Prasetyono, Juru Bicara Pememangan Risma-Whisnu kepada detikcom, Rabu (25/11/2015).

Menariknya lagi, PDIP mengajak masyarakat Kota Surabaya bersama-sama untuk mematahkan rekor Pilkada Bangkalan 2012 yang memenangkan pasangan Makmun Ibnu Fuas-Mondir Rofi"i sebesar 93,47%. Untuk internal PDIP sendiri rekor masih dipegang Jokowi saat putaran kedua di Solo.

"Kami mengajak warga Surabaya untuk membuat rekor nasional baru, Ibu Risma dan Mas Whisnu harus di atas perolehan suara Pilkada Bangkalan, saya kira warga akan setuju," kata Didik.

Semangat untuk menang ini bagi Didik sudah dirasakan semenjak kampanye digelar pasangan nomor urut 2 di berbagai kampung. Warga banyak yang mengingingin duet Risma-Whisnu kembali melanjutkan roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Surabaya.

"Tentu ini sangat menggembirakan ketika pasangan calon PDIP berjalan bersama dengan mayoritas warga Surabaya untuk menata kota ini lebih hebat lagi," katanya.

Didik yang pernah menjadi calon DPD ini pun membocorkan rencana untuk menyambut kemenangan pada 9 Desember nanti. Posko Pemenangan Risma-Whisnu di Jalan Kapuas akan menjadi sejarah baru bagi Kota Surabaya, tambahnya.

"Di posko itu jam empat sore akan dibacakan victory speech atau pidato kemenangan oleh Bu Risma didampingi Mas Wisnu. Ini atas permintaan banyak pendukung dan memang kita tidak bisa menolaknya," katanya sembari menepis tudingan tim Risma-Whisnu telah jemawa.

Bagi PDIP dan warga Surabaya, kata Didik, kemenangan dalam pemilihan kepala daerah Surabaya merupakan tradisi lima tahunan. Menurutnya sejak Wali Kota Surabaya dijabat (Alm) Sunarto dan Wakil Wali Kota Bambang DH hingga suksesi pada 2010 merupakan bukti bahwa PDIP selalu mencatat tradisi kemenenangan.

"Pilkada 2015, tradisi kemenangan ini InsyaAllah akan terulang, Dan ini merupakan kemenangan warga semuanya yang menghendaki Surabaya lebih hebat lagi. Kami optimis karena dukungan warga sangat luar biasa," katanya.

Elektabilitas Rasiyo Klaim di Atas Risma

Foto: Rois Jajeli
Calon Wali Kota Rasiyo pun cukup percaya diri bisa menumbangkan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana yang diusung PDIP pada 9 Desember 2015.

Calon wali kota yang diusung Partai Demokrat dan PAN ini yakin serta optimis, elektabilitasnya saat ini sudah melampaui pasangan petahana. Keyakinannya itu diungkap Rasiyo kepada wartawan usai kampanye akbar di Gedung JX, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Minggu (29/11/2015).

"Saya sangat optimis dan yakin, tingkat elektabilitas saya saat ini sudah melebihi dan unggul atas incumbent. Namun memang di sisi popularitasnya, saya masih dibawah incumbent," tandas Rasiyo.

Meski tingkat elektabilitasnya sudah mampu mengungguli cawali nomor 2, namun mantan Sekdaprov Jatim ini berharap warga Surabaya pada 9 Desember nanti tidak lupa memilih dirinya dan Lucy Kurniasari.

Selain itu di sisa waktu kampanye yang hanya beberapa hari, ia meminta para relawan untuk tetap fokus pada upaya pemenangan.

"Di sisa waktu ini kami akan terus menyapa warga dan blusukan untuk bertemu masyarakat yang selama ini belum tersentuh perhatian Pemkot Surabaya," terang Rasiyo didampingi cawawali Lucy Kurniasari.

Saat menyapa pendukungnya saat kampanye akbar itu, Rasiyo juga janji akan menekan jumlah warga miskin di Surabaya.

"Saya dan Ning Lucy akan membangun dengan basis rakyat, ekonomi yang berpihak pada rakyat. Saat ini banyak orang miskin di Surabaya, bahkan nomor 13 di Jatim. Saya ingin 2 tahun memimpin, orang miskin turun 90 persen," katanya.

Tidak lupa, Rasiyo pun mengumbar janji akan memberikan bantuan ke semua Rukun Warga (RW) dengan nilai Rp 500 Juta pertahun.

"Perubahan konkrit memberi bantuan semua RW, Rp 500 Juta pertahun per RW. Saya mohon bersungguh-sungguh agar melibatkan RT dan warganya," katanya.

Calon nomor urut 1 ini juga menyoroti kebijakan Pemkot Surabaya terhadap kepentingan warga. Ia pun menuding pemkot tidak pernah memperhatikan warganya.

"Pemkot tak pernah perhatikan. Hanya orang tertentu saja yang dekat pengusaha yang diperhatikan sehingga tak berkeadilan," jelasnya.

Untuk itu, Rasiyo akan memperhatikan nasib wong cilik di masa mendatang bila dirinya mendapat amanah dari warga Surabaya. Koperasi wanita, kata dia, akan mendapat perhatian yang bisa menggerakan ekonomi warga.

"Saya akan berikan bantuan kepada koperasi wanita di tiap RW Rp 50 juta. Ada perbankan yang membantu modal warga. Saya mohon doa restu," katanya.

Halaman 2 dari 3
(ugik/fat)
Berita Terkait