Wisatawan dari berbagai daerah masih bisa menikmati panorama pantai andalan kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini dengan nyaman dan aman. Beberapa hari ini, situasi di tempat wisata itu memang sempat lesu.
Wisatawan yang datang pun asyik berenang dan bermain pasir di pantai yang berhadapan langsung dengan pantai selatan ini. Wisatawan seolah tak memperdulikan amuk massa di lokasi infrastruktur tambang yang jaraknya tak jauh dari Pulau Merah.
"Kalau kemarin kita takut ada demo lagi. Tapi setelah ada pengamanan ketat polisi kami masih merasa nyaman," ujar Bayu, warga Surabaya yang sedang menikmati alam Pulau Merah kepada detikcom, Minggu (28/11/2015).
Bayu mengaku selalu mengikuti pemberitaan di media terkait kondisi tambang emas yang berdekatan dengan wisata Pulau Merah.
"Sudah ada rencana jauh-jauh hari. Tapi kita memantau dari berita kok," pungkasnya.
Demikian pula Rima. Warga Situbondo ini malah mengaku tak tahu menahu terkait dengan aksi warga tiga hari yang lalu yang membuat dua orang warga dijadikan tersangka akibat pengerusakan.
Dirinya baru mengetahui saat berada di Pulau Merah setelah melihat adanya kerusakan perkantoran dan sisa-sisa gudang yang hangus karena dibakar massa.
"Tidak tahu kalau ada kisruh. Kita baru datang di sini hari ini," ujarnya.
Obyek wisata Pantai Pulau Merah di Pesanggaran, menjadi daya tarik pengunjung karena pantainya yang indah dan memiliki gundukan bukit yang seakan terapung di lautan.
Pulau Merah saat ini memang berhasil disulap dan gencar dipromosikan oleh Pemerintah Banyuwangi saat bupatinya dijabat Abdullah Azwar Anas menjadi destinasi wisata andalan.
Hingga sore hari, wisatawan masih banyak yang berjubel untuk menikmtati keindahan matahari terbenam. "Ingin melihat golden sunset di sini, katanya juga tak kalah indahnya jika di saksikan dari Pulau Merah," kata Andika, wisatawan lain yang berasal dari Sidoarjo. (ugik/ugik)











































