"Pokoknya kita akan kejar terus dia (Aldo-red), sampai ketemu, biar tahu apa motif sebenarnya di balik ini. Murni karena konflik keluarga, kabur dari ponpes atau ada motif lain," ujar Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/11/2015).
Menurutnya, saat ini pencarian tidak hanya difokuskan di wilayah Ponorogo, tetapi melebar ke luar kota. Bisa saja bocah yang ketika kabur dari Liponsos hanya mengenakan kaos oblong dan celana pendek tersebut sudah di luar Ponorogo.
"Untuk itu kita juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian samping kita (Ponorogo-red), seperti Magetan, Madiun maupun Ngawi," tambahnya.
Selain pencarian dari internal polisi, pihaknya juga menyebar informasi pencarian Aldo melalui media sosial. Dengan harapan ada warga yang melihat Aldo kemudian melaporkan ke Polisi.
Terkait informasi Aldo pernah menjadi santri di ponpes An Nahl Sragen, Jawa Tengah, pihaknya saat ini tengah berupaya menelusuri jejak Aldo di ponpes tersebut. Di sisi lain, pihaknya juga berharap sikap proaktif dari keluarga Aldo.
"Kita berharap bisa mempertemukan Aldo dengan keluarganya. Jika memang pihak keluarga tahu tentang ini, segera saja menghubungi kita," tegasnya. (ugik/try)











































