Melihat kerusakannya, sekilas pengrusakan infrastruktur di empat titik tambang emas Tumpang Pitu, sporadis. Lokasi-lokasi ini yakni di Pos 1, Pos 4, Pos 8 dan Pos 13.
"Pengrusakan dilakukan sporadis oleh massa. Ada yang di pecah kacanya, dibakar. Kita masih kumpulkan data dan barang bukti," ujar Kombespol Budi Sugiarta, Kepala Labfor Cabang Surabaya kepada detikcom, Jumat (27/11/2015).
Banyaknya peralatan, gedung dan kendaraan yang rusak, mengakibatkan tim abfor Polda Jatim belum bisa memastikan sampai kapan penyelidikan ini dituntaskan. Ditambah lagi akses menuju lokasi tambang, titik pengerusakan yang berjauhan dan barang bukti yang masih berasap, menjadi kendala dalam proses olah TKP yang dilakukan tim Labfor
"Kita masih belum tahu berapa lama hasil penyelidikan kami. Semua kita ambil sampel yang diperlukan. Kita data kemudian kita serahkan ke penyidik," pungkasnya.
Pantauan detikcom saat menyertai tim Labfor Polda Jatim melakukan olah TKP, sebanyak 6 bangunan perkantoran dirusak massa. Sebagian dipecah kacanya dan dibakar. Yang terparah adalah di pos 8 dan pos 13.
Pos 8 merupakan pos pengamanan gudang yang terletak berdekatan dengan kawasan wisata pulau merah. Gudang berisikan berisikan puluhan alat bor, genset, dan bahan kimia ludes terbakar. Beruntung, tangki penyimpanan avtur yang dekat dengan helipad tak dibakar massa.
Sementara untuk pos 13 yang terletak di Rowo Jambe, atau 5 km dari kawasan wisata pantai Pulau Merah, nampak beberapa kendaraan berat dipecah kacanya. Dua truk dan satu kontainer terbakar dan 7 alat berat dirusak dan dibakar.
Beberapa kendaraan yang terbakar masih mengeluarkan asap. Tabung gas pemadam api berserakan disekitar alat dan kendaraan berat tersebut. Bahkan, sebelum memasuki pos 13, sepanjang jalan banyak batu dan rambu lalu lintas yang ditaruh di tengah jalan. (fat/fat)











































