Mantan Bupati Banyuwangi Bicara Rusuh Tambang Tumpang Pitu

Mantan Bupati Banyuwangi Bicara Rusuh Tambang Tumpang Pitu

Putri Akmal - detikNews
Jumat, 27 Nov 2015 13:30 WIB
Mantan Bupati Banyuwangi Bicara Rusuh Tambang Tumpang Pitu
Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Di sela kesibukan kampanye, Abdullah Azwar Anas menyempatkan diri nongkrong santai sambil berdialog dan diskusi dengan warga. Salah satu peristiwa hangat yang diperbincangkan ialah seputar konflik tambang emas tumpang pitu.

Pasalnya selama masa pemerintahan yang ia pimpin selama 5 tahun lalu, tak pernah ada insiden pembakaran, perusakan fasum dan insiden lainnya di kawasan tambang. Lalu, apa komentar Anas terkait konflik tambang di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi?

"Di dalam setiap peristiwa pasti ada aktor. Masalah kecil pun jika ada yang menunggangi pasti jadi besar. Perlu ada pendekatan lagi dan menggali ke problem ke sektor paling dasar," kata Anas ketika berbincang dengan detikcom di salah satu los kopi Pasar Genteng, Jumat (27/11/2015).

Berdiskusi, bertukar ide dan berbagi peran, seringkali akrab dilakukan Anas dengan para relawan pendukungnya sambil santai di warung kopi. Didampingi istrinya, Ipuk Festiandani, sambil sesekali nyeruput kopi, Anas menilai jika konflik tambang emas adalah luapan beberapa lapisan masyarakat yang tidak puas dengan ketersediaan lapangan pekerjaan serta situasi dan kondisi di tambang emas gunung tumpang pitu.

"Warga yang tak puas dengan kondisi di sana itu pasti menyimpan pesan yang belum tersampaikan. Jika ditelusuri pasti akan ketemu semua," imbuhnya.

Meski begitu, pria berkaca mata ini berharap peristiwa ricuh yang melibatkan antara menejemen PT BSI, warga, aparat keamanan dan pihak berkepentingan lainnya bisa segera teratasi.

Mantan Bupati Banyuwangi ini berharap, penjabat pemerintahan di masa reses ini bisa segera ambil sikap supaya konflik tambang segera berakhir. Sebab jika dibiarkan berlarut tanpa penyelesaian maka konflik ini akan miliki efek karambol yang panjang dan tak akan kunjung selesai.

"Hanya saja dari kejadian ini kita perlu lebih belajar peka dan tanggap. Jangan dibiarkan mengendap tanpa penyelesaian. Lintas sektoral yang bergerak di dalamnya tidak saling menunggu," pungkasnya.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini