DetikNews
Kamis 26 November 2015, 19:47 WIB

58 Mobil di Surabaya Ditindak Karena Parkir Sembarangan

Zainal Effendi - detikNews
58 Mobil di Surabaya Ditindak Karena Parkir Sembarangan Petugas dishub menggembosi mobil yang diparkir sembarangan
Surabaya - Penertiban kendaraan yang parkir sembarangan terus dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Satpol PP dan Linmas. Selain itu Garnisun Tetap (Gartap) III serta Satlantas Polrestabes Surabaya juga turut andil. 58 Mobil ditindak karena parkir sembarangan.

Rinciannya, 18 mobil ditilang dan 40 mobil digembosi. Operasi tersebut juga tidak pandang bulu. Kendaraan yang ditindak meliputi kendaraan pribadi, kendaraan umum hingga truk angkutan pasir.

Kendaraan umum yang ditindak mayoritas adalah angkot dan taksi yang sering berhenti di tepi jalan untuk menunggu penumpang. "Itu tidak boleh karena pasti ada yang dirugikan. Arus lalu lintas menjadi tidak lancar," kata Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahjudrajat di sela penertiban di kawasan Karangmenjangan, Kamis (26/11/2015).

Petugas gabungan melakukan operasi yang rutin digelar bersama ini menyasar kawasan Karangmenjangan. Lokasi tersebut dipilih karena selama ini ditengarai banyak terjadi pelanggaran. Sedangkan target utama adalah kendaraan roda empat, baik yang parkir di tepi jalan maupun di atas pedestrian.

Bagi mobil yang ada pemiliknya langsung ditindak dengan tilang dari polisi. Sementara mobil yang tak kunjung dipindah oleh pemiliknya langsung digembosi. Hal ini bertujuan memberikan efek jera. Harapannya, ke depan perbuatan tersebut tidak diulangi.

Selain menyasar kendaraan yang parkir sembarangan, razia tersebut juga menarget keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pedestrian. Petugas Satpol PP langsung mengangkut lapak PKL ke atas truk.

Para pemilik kendaraan yang ditindak petugas hanya bisa pasrah dan mengakui pelanggaran yang dilakukan. Seperti Suprayitno yang hanya bisa pasrah saat ditilang oleh Bripka Dwi Satrio dari Satlantas Polrestabes Surabaya. Pemilik Avanza warna silver ini menyadari kesalahannya memarkir mobil di tepi Jalan Jojoran. Padahal, di dekatnya jelas-jelas ada rambu 'P coret'.

"Bapak sudah menyadari kesalahannya ya. Ini saya beri surat tilang, silakan ditindaklanjuti di kantor atau bisa di Colombo," kata Bripka Dwi.

Setelah menerima surat tilang, Suprayitno dipersilakan memindahkan mobilnya. Nasib serupa juga dialami Busiri. Pria asal Bangkalan ini dinilai melanggar karena mobilnya berada di area non-parkir depan lapangan Hoki Jalan Dharmawangsa, seberang IGD RSU Dr Soetomo. Kendati Busiri sempat memprotes namun petugas tetap bergeming.

"Saya sudah menerapkan senyum, salam dan sapa. Anda jelas melanggar tapi tetap ngeyel. Jadi, saya juga bisa tegas dalam hal ini," kata Dwi dengan nada lugas.
(ze/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed