Namun pengendara mobil bukannya berhenti, tetapi kabur dengan kecepatan tinggi. Warga yang melihat kejadian itu langsung melapor ke polisi sekaligus ikut melakukan pengejaran.
Kanit Patroli Satlantas Polres Jember Ipda Junaedi yang juga ikut mengejar, meminta sopir mobil untuk berhenti. Namun lagi-lagi, sopir itu tak menggubris malah nyaris menabrak Ipda Junaedi.
"Beruntung Ipda Junaedi berhasil melompat untuk menghindari ditabrak mobil itu. Tapi Ipda Junaedi sempat terjatuh dan mengalami cidera ringan," kata Kasubag Humas Polres Jember AKP Dono Sugiarto.
Tiba di Jalan Raya Umum Kecamatan Patrang, Jember, dua sepeda motor milik Sabhara Polres Jember, ditaruh di tengah jalan untuk melakukan penghadangan. Namun mobil jenis Suzuki APV ini menerobos dan melindas 2 motor milik Polres Jember tersebut.
Saat melintas di depan Polsek Jelbuk, Jember, petugas kembali melakukan penghadangan menggunakan kayu. Namun upaya itu tidak berhasil karena mobil warna silver itu tetap menerobos. Bahkan beberapa meter kemudian, mobil ini kembali menabrak pengendara sepeda motor.
Pengejaran polisi dan warga terus dilakukan. Akhirnya saat tiba di jalan tanjakan Desa Maesan, Kabupaten Bondowoso, mobil ini selip dan masuk selokan. Warga yang kesal dengan ulah sang sopir, sempat menghajarnya beramai-ramai.
Selanjutnya oleh petugas, sopir itu diamankan di Mapolres Jember. "Informasi sementara korban tabrak lari dari mobil ini ada 5 orang. Dua diantaranya adalah polisi. Tapi sejauh ini kita masih menginvetarisir korban, untuk mengetahui pasti jumlahnya," tegas Dono.
(fat/fat)










































