Polisi bersenjata lengkap menjaga pintu masuk area pertambangan emas gunung Tumpang Pitu, Kamis (26/11/2015).
![]() |
"Kita tambah personelnya untuk mengantisipasi aksi anarkistis lanjutan," ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Bastoni Purnama, kepada detikcom via seluler.
Tambahan personel ini, kata Kapolres Bastoni, berjumlah sekitar 600 orang. Polres Banyuwangi mendapatkan bantuan personel dari Brimob Polda Jatim dan Bondowoso, serta Shabara dari polres tetangga, yakni Bondowoso dan Jember.
Pasukan ini, menggantikan personel dari Polres Banyuwangi yang hingga dinihari berjaga di kawasan pertambangan emas. Baca: Aksi Penolakan Tambang Emas di Banyuwangi Memanas, 3 Motor Dibakar
"Kita terus siaga. Jika kurang nanti kita tambah," jelasnya.
![]() |
Tak hanya menjaga pintu masuk, sejumlah polisi juga mengamankan gudang yang terbakar kemarin. Sebagian lagi melakukan penyisiran di lokasi area tambang.
"Kita jaga masih ada barang yang berbahaya di lokasi gudang. Sewaktu-waktu bisa meledak. Makanya warga kita larang mendekat," ujar Ipda Mardiyanto, dari Shabara Bondowoso.
(fat/try)













































