Hal itu dikatakan Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Setiadji usai mengecek pasukan pengamanan di kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Selasa (24/11/2015).
"Kami akan backup Mojokerto. (Penambahan pasukan) melihat eskalasinya. Kita prioritaskan Mojokerto ini," kata Anton.
Pengamanan Pilbup Mojokerto menjadi prioritas utama bukan tanpa alasan. Menurut Anton, itu menyusul pencoretan paslon nomor urut 1, Choirun Nisa-Arifudinsjah (Nisa-Syah) oleh KPU Kabupaten Mojokerto, Sabtu (14/11).
Pasca pencoretan itu, massa pendukung Nisa-Syah berulang kali menggelar aksi unjuk rasa ke kantor KPU Kabupaten Mojokerto. Massa menuntut agar penyelenggara pemilu membatalkan pencoretan paslon nomor urut 1 itu. Kabar aksi massa yang akan memblokir By Pass Mojokerto juga terus berhembus.
Sementara tim pemenangan Nisa-Syah getol melakukan upaya hukum luar biasa dengan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) No 539 K/TUN/PILKADA/2015 tertanggal 3 November 2015 yang menjadi dasar KPU mencoret Nisa-Syah dari peserta Pilbup 2015. Bahkan mereka melaporkan KPU Kabupaten Mojokerto ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Bawaslu Jatim lantaran dianggap salah menafsirkan putusan MA.
Di sisi lain, jika upaya hukum yang dilakukan kubu Nisa-Syah dikabulkan sehingga pasangan nomor urut 1 itu kembali menjadi peserta Pilbup 2015, aksi protes lebih besar bakal muncul dari paslon nomor urut 2, Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi.
Untuk itu, Anton mengaku terus memantau perkembangan situasi di Kabupaten Mojokerto. "Kami ikuti terus perkembangan di Mojokerto, makanya pasukan kami pertebal di sini. Antisipasi kemungkinan yang terjelek sudah kami siapkan," tegasnya.
Kapolres Mojokerto, AKBP Budhi Herdi Susianto menambahkan, status keamanan di Kabupaten Mojokerto sejak Senin (23/11) sore diturunkan menjadi siaga 2. Itu menyusul batalnya aksi massa dengan jumlah besar dari kubu Nisa-Syah. Aksi unjuk rasa dari pasangan yang didiskualifikasi itu ternyata hanya ratusan orang.
Namun demikian, pasukan bantuan dari Polda Jatim dan Yonkav 3 Malang masih disiagakan. Antara lain 1 SSK dari Yonkav Malang dan 3 SSK brimob Polda Jatim. Hanya saja sebagian pasukan tersebut disiagakan di Mapolres Mojokerto.
"Satu SSK Brimob kami siagakan di Mapolres. Satu SSK Brimob diperbantukan ke Polresta. Kalau eskalasi kembali meningkat maka status kami otomatis akan meningkat pula," ujarnya. (fat/bdh)











































