"Kami menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat kabupaten Malang atas maraknya di media sosial tersebar foto beberapa turis menari di atas trailer dengan pakain kurang sopan," terang Asep, Relawan Koordinator Hiburan Kampanye Malang Anyar dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (Senin (23/11/2015) malam.
Asep mengakui jika foto tersebut asli serta peristiwa itu benar terjadi. Namun, menurutnya bahwa kehadirian turis itu tidak pernah diduga. Mereka yang datang membawa mobil lantas ikut bergabung.
"Memang ada sekelompok turis yang datang membawa satu mobil dan tiba-tiba bergabung dalam kampanye 'Malang Anyar' di Pantai Ungapan Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan kemarin," terangnya.
Insiden naiknya turis ke atas panggung trailer dengan pakaian kurang sopan adalah sebuah spontanitas. Beberapa turis berpakaian sopan, tambahnya.
"Tim MA tidak mungkin berlaku tidak sopan dengan mengusir mereka. Kami tetap menghormati hak mereka. Karena mereka warga asing, tim merasa tidak sopan untuk menolaknya. Lagipula, lokasinya di tempat wisata. Siapa saja boleh ikut bergabung. Presiden sekali pun jika mau boleh ikut," jelasnya.
Asep mengaku jika tim justru merasa terkejut dengan kehadiran para turis asing tersebut. Dari kehadiran para turis tersebut bisa terpotret bagaimana penataan pariwisata oleh pemerintah kabupaten Malang.
"Tidak ada proteksi nilai-nilai lokal. Regulasi itu bisa dibuat dengan memperhatikan kearifan lokal setempat. Jika 'Malang Anyar' memimpin Kabupaten Malang, hal seperti itu akan ditata," terang Asep.
Tim Malang Anyar, kata Asep, justru mempertanyakan kepentingan pihak yang mengunggah dan menyebarkan foto tidak sopan tersebut ke media sosial. Asep terkesan menuding ada pihak yang ingin menjatuhkan calonnya.
'
"Nampak sekali unggahan foto tersebut sengaja untuk menjatuhkan paslon kami, bukan sebuah himbauan moral. Tim malang anyar sama sekali tidak mengunggahnya. Karena hal tersebut tidak sesuai dengan kaidah norma adat ketimuran dan ketentuan UU ITE. Kami sudah melaporkan ke polisi agara diusut tuntas pelakunya," jelas Asep.
Asep menilai penyebaran foto itu sebagai kampanye model fitnah terhadap paslon Malang Anyar yang akhir-akhir ini semakin gencar terjadi sejak hasil survei paslon Dewanti-Masrifah menang 13% diatas kandidat lainnya.
"Arahnya sudah pada kampanye hitam. Untuk itu dihimbau pada para pendukung untuk tetap tenang dan fokus pada tujuan pemenangan," pungkas Asep.
Anggota Panwaslu George Da Silva mengaku sudah mendapatkan laporan dari kampanye paslon urut dua yang dipandang tidak sopan tersebut. Dalam waktu dekat akan melakukan klarifikasi atas keterlinatan cewek bule berbusana bikini dan membuat heboh media sosial itu. (ugik/fat)











































