Aksi spontanitas warga kawasan Pulau Merah ini adalah lanjutan dari demo yang terjadi Kamis (19/11) lalu.
Puluhan massa bergerak lakukan longmarch dari pos 8 pintu masuk tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI) dan lakukan aksi anarkis. Selain anarkis, massa meneriakkan penolakan terhadap aktivitas tambang emas.
Petugas kepolisian yang tak bisa mengendalikan massa sempat melepaskan 10 kali tembakan ke udara.
Informasi yang terhimpun di lapangan, aksi spontanitas oleh warga tersebut bergerak, Sabtu sekitar pukul 22.30 wib dipimpin oleh Budi Pego.
Massa yang berkerumun melakukan aksi anarkis dengan merusak tiang telepon dan meletakkannya di tengah jalan raya yang menghubungkan ke lokasi wisata Pulau Merah. Setelah memaksa masuk ke Pos 8, puluhan warga yang mengamuk itu berusaha masuk ke area tambang PT. BSI di blok 13.
Melihat situasi dan kondisi massa yang tidak terkendali tersebut, petugas pam pos 8 dari sat Brimob mengeluarkan tembakan sekitar 10 kali, supaya massa yang anarkis segera menjauh dari area tambang. Melewati tengah malam, sekitar 01.15 wib, sebanyak 2 truk Dalmas Polres Banyuwangi tiba di tambang PT BSI untuk memberi penambahan kekuatan pengamanan.
Hingga saat ini Polres Banyuwangi tetap melakukan penjagaan ekstra ketat di sekitar kawasan tambang. Pengamanan ini dilakukan untuk menghindari kerusuhan susulan.
"Ya ada pengamanan 1 peleton brimob dan 1 peleton dari polsek gabungan," tandas Kasubag Humas Polres Banyuwangi, AKP Subandi, Senin (23/11/2015). (fat/bdh)











































