Bahkan Megawati mengutus langsung Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto datang ke Surabaya untuk menemui Risma dan Whisnu serta tim pemenangannya.
"Saya menyampaikan salam Ibu Mega. Beliau berpesan agar kita berkampanye door to door, lebih banyak berdialog. Kita mendatangi ke rakyat, bukan rakyat yang datang ke kita," terang Hasto di kantor pemenangan Risma-Whisnu di Jl. Kapuas, Surabaya, Sabtu (21/11/2015) malam.
Model kampanye bertemu warga, jelas Hasto, akan efektif untuk bisa mendengar keinginan warga tentang apa yang harus dilakukan Risma-Whisnu nantinya.
"Tampil secara yakin dan tidak menyombongkan diri, itulah watak kita sebagai banteng-banteng sejati," tegas Hasto yang duduk lesehan bersama Risma dan Whisnu itu.
Surabaya, tambah Hasto, diharapkan menjadi 'benchmarking' bagi daerah-daerah lain yang pasangan calonnya juga diusung PDIP. Karena itu, ajak dia, dengan semangat gotong royong, kerja mesin pemenangan seharusnya lebih dimaksimalkan, agar nanti hasil coblosan juga maksimal seperti yang diharapkan.
Megawati, kata Hasto, juga mengintruksikan mesin pemenangan pasangan Risma-Whisnu terus bergerak hingga akhir proses Pilkada Surabaya. Meski hasil survei posisi Risma-Whisnu sangat menggembirakan, Hasto minta semua elemen mesin pemenangan tidak lengah.
"Hasil survei pasangan Risma-Whisnu sangat menggembirakan. Namun, kita tidak boleh lengah. Mesin partai harus tetap bekerja mengawal hingga hari pencoblosan, bahkan sampai proses penghitungan suara," tegas Hasto tanpa menyebut angka perolehan surveinya.
Risma yang hadir di tengah kader banteng moncong putih itu terlihat serius mendengarkan paparan Hasto. Risma meminta doa restu warga Surabaya agar bisa melanjutkan roda pembangunan untuk Surabaya lebih baik ke depannya.
"Tentu kita tidak bisa bekerja maksimal, tanpa dukungan mesin partai, relawan, dan tentunya seluruh warga Surabaya," katanya.
(ugik/bdh)










































