Seorang Pemuda Dikeroyok Sekelompok Orang Hingga Babak Belur

M Rofiq - detikNews
Kamis, 19 Nov 2015 19:12 WIB
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Seorang pemuda bernama Suhariyanto (18) asal Dusun Batuan, Desa Jambagan Besuk, Kabupaten Probolinggo, dikeroyok sekelompok orang hingga babak belur.

Akibatnya, korban yang dikeroyok di Desa Jambangan terpaksa dirawat di IGD Waluyo Jati Kraksaan, Kamis (19/11/2015) sore.

Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa itu terjadi saat korban Suhariyanto bersama rekannya yakni Irwan dan empat teman lainnya asal Desa yang sama menghadiri istighosah salah satu ormas tepatnya di Desa Bago, Kecamatan Besuk. Sedangkan korban dan 5 temannya tidak tergabung dalam ormas itu.

"Korban saat hendak pulang, dipukuli gerombolan orang dengan alat seperti kayu dan papan. Korban menderita luka di bagian kepala belakang, wajah dan tangan yang memar," kata Mulyono, Kades Jambangan, saat ditemui di RSU Waluyo Jati Kraksaan.

Peristiwa itu, kata Mulyono, diawali terjadinya serempetan antara salah satu warga Jambangan dan oknum salah satu anggota ormas. Akhirnya, korban Suhariyanto bersama kelima temannya mengejar oknum anggota ormas itu dan mbleyernya. Kemudian, korban Suhariyanto dan temannya pun melaju terus meninggalkan anggota ormas tersebut.

Tidak lama kemudian, datang segerombol oknum anggota Ormas. Mereka pun langsung mengeroyok keenam warganya. Empat warganya berhasil melarikan diri, tapi tidak korban Suhariyanto dan Irwan. Dua warganya itu dikeroyok dan ditinggalkan begitu saja di tingkungan jalan Desa itu.

"Pengeroyokan itu berhenti, pas ada pimpinan ormas itu lewat. Kemudian, pimpinan ormas itu memberikan uang Rp 20 ribu pada korban Suhariyanto, untuk dipakai pijat dan minta urusan selesai," ungkapnya.

Kapolsek Besuk AKP Muhammad Dugel yang sempat mengantar korban Suhariyanto ke IGD mengaku, pihaknya menyelidiki kasus dugaan pengeroyokan tersebut. Pihaknya masih akan memeriksa beberapa saksi.

"Penyelidikan tetap berlanjut. Dan kami masih akan meminta keterangan dari korban. Untuk sementara ini korban masih menjalani perawatan dan belum bisa memberikan keterangan,"tandas AKP Dugel. (fat/fat)