Ratusan Pelajar Terjaring Operasi Zebra Jalani Sidang

Ratusan Pelajar Terjaring Operasi Zebra Jalani Sidang

Muh. Taufqi Sidqi - detikNews
Rabu, 18 Nov 2015 14:16 WIB
Ponorogo - Ratusan pelajar di Kabupaten Ponorogo harus meninggalkan pelajaran untuk mengikuti sidang. Pelajar dari berbagai sekolah ini, sebelumnya terjaring razia saat digelar operasi zebra.

"Hari ini ada 1.681 pelaku pelanggaran yang mengikuti persidangan, dari jumlah tersebut, sekitar 500 pelajar yang ikut kita sidang. mereka umumnya terjaring razia karena tidak memiliki SIM," kata Putu Gde Novyartha, Humas Pengadilan Kabupaten Ponorogo, kepada detikcom di kantornya, Rabu (18/11/2015).

Para pelajar yang harus menjalani sidang umumnya terjaring razia saat berangkat sekolah.

"Saya kena operasi Senin kemaren di sekitaran Terminal Bus Seloaji, pas pagi mau berangkat sekolah sama teman," jelas Devi pelajar asal MAN 2 Ponorogo kepada detikcom usai menjalani persidangan.

Waktu sidang yang berbarengan dengan jam pelajaran, sangat disayangkan para pelajar, selain tidak bisa mengikuti pelajaran. Mereka juga harus meminta dispensasi ke pihak Sekolah.

"Saya tadi harus minta dispensasi ke sekolah, karena waktu sidangnya jam 11.00 WIB, jam segitu masih masuk jam pelajaran," tambah Ain Khurrota yang juga dari MAN 2 Ponorogo.

Berbeda dengan rekannya, Fiona, pelajar SMK Kesehatan Bakti Husada Balong, menyayangkan operasi yang digelar Satlantas Polres Ponorogo dengan menjaring para pelajar sekolah. Dia berharap ada kelonggaran aturan kelengkapan surat-surat kendaraan untuk pelajar.

"Saya sudah pernah daftar ujian SIM, tetapi karena umur saya masih belum cukup, saya tidak bisa mengikuti ujian untuk memiliki SIM. Sementara kalau ke sekolah hanya bisa dengan sepeda motor, dari rumah saya tidak ada angkutan umum," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Andi Yuda P Simboro, menampik bahwa pelaksanaan operasi zebra sengaja dilakukan di pagi hari dengan menyasar kalangan pelajar.

"Mereka umumnya memang belum memiliki SIM, tapi tujuan kami bukan hanya penilangan, tujuan utama kami adalah mengurangi risiko kecelakaan, karena angka kecelakaan paling banyak terjadi di pagi hari," tegasnya.

Menurutnya, jika para pelajar ini diberi keleluasaan untuk memiliki SIM, dirinya khawatir terjadi lonjakan angka kecelakaan, karena usia yang masih di belia, kontrol kendali emosi mereka masih sangat labil.

(fat/fat)
Berita Terkait