"Biasanya, warga yang sakit jiwa ini dipasung karena keluarganya tidak mampu. Padahal sudah tidak zamannya lagi warga sakit jiwa yang dipasung," kata Pj Bupati Lamongan, Wahid Wahyudi saat menghadiri pelantikan pengurus ranting Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lamongan, Selasa (17/11/2015).
Pihaknya, jelas dia, sudah memerintahkan untuk menganggarkan di APBD uang transport bagi keluarga pasien sakit jiwa selama menunggui perawatan di RS Jiwa.
"Jika harus dirujuk ke RSJ Menur Surabaya atau Lawang di Malang, biayanya gratis tapi keluarga pasien harus menunggui pada 1 bulan pertama perawatannya. Untuk itu agar disiapkan anggaran uang transport untuk keluarga pasien selama masa awal pengobatan ini," ujar Wahid.
Sementara ratusan bidan yang hadir dalam acara ini, diminta menjalankan tugas utama menjaga kesehatan ibu dan anak, mengetahui dan melaporkan kondisi kesehatan di desanya.
"Jangan sampai terjadi, ada warga yang dipasung tapi bidan desa mengetahui, tapi tidak melaporkan kepada Dinas Kesehatan," tambahnya.
Pihaknya juga menekankan pemerintah harus ada di tengah-tengah masyarakat untuk memberi solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi.
"Jangan sampai terjadi pemerintah tidak tahu dan tidak mau tahu masalah yang dihadapi masyarakat. Jika ini sampai terjadi, pemerintah sama saja tidak ada gunanya," pungkas dia. (fat/fat)











































