Perempuan paruh baya ini, dianiaya di ruas jalan sekitar 300 meter dari rumahnya, lantaran diduga mempunyai ilmu santet. Ia berangkat ke pasar sekitar pukul 05.00 WIB.
Beruntung, perempuan yang sudah memiliki 2 anak dan 5 cucu ini, selamat meski mengalami luka serius di jari tangan kiri dan luka lebam di matanya, luka robek di pelipis kanan dan luka bacok di begian kepala belakang.
Korban Suparmi, yang didampingi suaminya Suparjo (65) mengaku tak tahu penyebab tindak kekerasan itu. Hanya saja, kata Suparmi, beberapa tahun lalu dirinya mempunya masalah dengan tetangganya.
"Saya punya masalah dengan tetangga. Saya dituduh punya ilmu santet, padahal saya tidak merasa mempunyai ilmu semacam itu. Dan saya tidak tahu apa penyebabnya kok tiba-tiba ada 2 orang mencegat saya dan langsung memukul dan membacok saya," aku Suparmi saat di rumah sakit, Selasa (17/11/2015).
Sementara di TKP, polisi menemukan sarung golok untuk membacok korban dan menemukan batu tajam yang diduga digunakan untuk memukul korban.
Kanit Reskrim Polsek Pajarakan, Ipda Selamet AR membenarkan peristiwa itu. Saat dijalan yang agak jauh dari pemukiman, korban dihampiri dan langsung dianiaya. Sebelumnya pernah dilakukan selama 3 kali percobaan penganiayaan terhadap korban, namun kali ini pelaku berhasil melukai korban.
"Motif sementara korban dituduh memiliki ilmu santet. Namun kami masih mendalami kasus ini, untuk menyelidiki jejak 2 pelaku dan mengetahui motif yang sebenarnya. Sementara barang bukti yang kami amankan berupa sarung golok dan batu," tegas Ipda Selamet. (bdh/fat)











































