Kampung Inggris, sebuah sebutan yang bukannya tanpa sebab. Ini merupakan sebuah desa yang hampir seluruh wilayahnya mendirikan lembaga pendidikan Bahasa Inggris dengan cara yang aktif cepat dan dalam waktu yang tidak lama dijamin mampu berbahasa Inggris.
Karena nama besarnya itulah banyak warga dari luar kota, mulai dari siswa sekolah, mahasiswa hingga pegawai kantoran berkunjung dan belajar disini. Tentunya semakin banyak pendatang yang belajar, maka muncullah masalah sosial dan kerawanan keamanan yang mungkin saja terjadi.
Untuk itulah, Polres Kediri membuat terobosan baru dengan menerjunkan 20 lebih anggota polisi yang khusus bertugas di wilayah kampung Inggris. Mereka yang bertugas nantinya diberi julukan 'Brigadir Kampung Inggris'.
"Alasan utama adalah keinginan kuat Polres Kediri untuk menciptakan keamanan di Kampung Inggris, mengingat Kampung Inggris adalah Ikon kota Pare yg sudah dikenal secara nasional sebagai kampung wisata pendidikan yang aman dan nyaman," ujar Kapolres Kediri AKBP A Yusep Gunawan kepada detikcom, Minggu (15/11/2015).
Rencananya, 'Brigadir Kampung Inggris' ini ditunjuk dari 21 anggota Patko Sabhara dipimpin oleh seorang Kanit sehingga total berjumlah 22 orang. Meski begitu, di lapangan nantinya secara operasional dari seluruh Satuan fungsi Polres Kediri juga terjun di Kampung Inggris.
"Kerawanan yang mungkin saja terjadi adalah curanmor, narkoba hingga laka lantas, sehingga dengan melakukan tindakan preentif dan preventif, Kampung ingris tetap terjaga kenyamannya," imbuh pria mantan Kapolres Jombang.
Yanuar Edy, salah seorang mahasiswa asal Surabaya, mengaku sangat senang jika ada program 'Bintara Kampung Inggris', karena nantinya kenyamanan, ketenangan Kampung Inggris semakin terjamin.
"Memang sih mas, jarang ada kejadian menonjol kriminalitas, tapi dengan adanya petugas khusus polisi, akan semakin terjaga dan tenang para warga atau masyrakat yang sedang menimba ilmu di Kampung Inggris ini," ujar Yanuar.
Rencananya Brigadir Kampung Inggris akan diresmikan langsung oleh Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadi, Senin (16/11/2015) besok. (bdh/fat)











































