UPT yang dimaksud diantaranya, UPT Tempat Hiburan Rakyat, UPT Monumen Tugu Pahlawan serta UPT Balai Pemuda. Ketiga UPT dibawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komis D, H Junaidi pada detikcom, Jumat (13/11/2015).
Selama ini, kata dia, pendapatan yang dihasilkan tiap tahun terus meningkat tapi masih membebani APBD untuk pengadaan sarana dan prasarana berupa barang dan jasa.
"Tujuannya untuk meningkatkan pengelolaan secara profesional sehingga bisa menambah PAD," ujarnya di DPRD Surabaya.
Di APBD 2016, tiga UPT tersebut mendapat suntikan anggaran sebesar Rp 4,6 miliar untuk sarana dan prasarana meningkatkan potensi wisata. "Kalau bisa berdiri sendiri dan mandiri kan bisa menambah serta meningkatkan PAD," imbuhnya.
Ia mencontohkan, Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang sudah menjadi Perusahaan Daerah Taman Satwa. "Kini mereka mengelola sendiri, melakukan terobosan, inovasi untuk pengembangan sendiri serta dikelola secara profesional," pungkas Junaidi yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Surabaya ini.
(ze/fat)











































