"Diharap segera menyerahkan diri saja sebelum petugas bertindak tegas," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Yan Fitri Halimansyah, Rabu (11/11/2015).
Yan Fitri menambahkan, bila tidak segera menyerahkan diri, maka kerugian besar akan dialami tersangka sendiri. Selain akan ditindak tegas, maka pasal-pasal pidana lain bisa saja dijeratkan lebih banyak kepadanya yang pastinya berimbas kepada ancaman pidana yang lebih lama.
Setelah kasus tersebut terjadi, Propam Polrestabes Surabay segera bertindak. Empat penjaga tahanan yang sedang piket saat terjadinya peristiwa itu sudah dimintai keterangan. Pihak propam juga sudah meminta keterangan dari para tahanan yang satu blok dengan tahanan yang kabur.
"Blok O kan berisi 23 tahanan narkoba. Setelah ditinggal kabur dua tahanannya, jadinya ada 21 tahanan. Dan ada 21 tahanan yang sudah kami mintai keterangan," kata Kasi Propam Polrestabes Surabaya Kompol Tri Sujoko.
Selain itu, Tri juga sudah meminta keterangan dari Doni Susanto, tahanan yang juga turut kabur namun telah tertangkap. menurut Doni seperti yang diceritakan Tri, usaha itu sudah dilakukannya sejak sebulan yang lalu. Dalam sebulan itu, sudah ada upaya tiga kali menggergaji teralis besi di atas kamar mandi tahanan. Dan usahanya itu membuahkan hasil pada Selasa (10/11/2015) dini hari.
Saat itu mereka mulai menggergaji teralis besi mulai pukul 22.30-02.00 WIB. Mengenai gergaji yang digunakan, Doni mengaku itu bukan miliknya. Pria 36 tahun itu mengaku gergaji kecil itu sudah ada di tangan Alfian.
"Doni mengaku diajak Alfian, Alfian lah yang punya ide itu.Sebenarnya tahanan lain juga ditawari kabur, tetapi tidak mau. Hanya Doni yang yang mau. Kenapa mau? Karena dia kangen dengan anak dan istrinya," ujar Tri.
Namun saat kabur, Doni mengaku ragu-ragu. Sesaat setelah kabur, dia berniat menyerahkan diri. Tetapi dia takut. Yang ada di pikirannya, jika dia menyerahkan diri, dia akan digebuki. Akhirnya Doni memilih pulang ke rumahnya.
"Dia berjalan kaki sampai ke rumahnya di Trosobo, Sidoarjo," lanjut Tri.
Setelah bertemu anak dan istrinya, Doni berniat menyerahkan diri. Dia meminta saudaranya untuk menelepon polisi untuk menjemput dirinya. Doni akhirnya dijemput polisi, tetapi tidak di rumahnya, namun di jalan.
"Dia (Doni) tidak mau dijemput di rumahnya dengan alasan malu," terang Tri.
Tri menambahkan bahwa Doni merupakan kunci utama kasus tersebut. Sayangnya Tri tidak mengetahui keberadaan gergaji yang digunakannya untuk memotong teralis besi. Doni mengaku jika gergaji itu dilemparkannya ke atap teralis begitu saja.
"Kami masih mencari dan belum menemukan gergaji itu. Kami akan terus selidiki kasus ini termasuk siapa yang menyelundupkan gergaji ke dalam tahanan," tandas Tri.
Dua tahanan narkoba Polrestabes Surabaya kabur pada Selasa (10/11/2015) dini hari. Mereka memotong teralis besi dengan gergaji dan kabur melalui atap menuju bagian belakang Polrestabes Surabaya. Satu tahana dapat ditangkap sementara satu lainnya masih diburu. (fat/iwd)










































