1.005 Ekor Burung Diamankan dari Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak

1.005 Ekor Burung Diamankan dari Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 13:37 WIB
1.005 Ekor Burung Diamankan dari Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Sebanyak 1.005 ekor burung langka diamankan polisi dari Kapal Motor Penumpang (KMP) Gerbang Samudera yang sedang sandar di Dermaga Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak. Ribuan ekor burung itu disita karena diduga ilegal.

"Tidak ada dokumen yang menyertai burung itu. Kami amankan tiga orang," kata Kasubdit Gakkum Polair Polda Jatim Kompol Mustofa kepada wartawan, Selasa (10/11/2015).

Tiga orang itu adalah Fani warga Sidoarjo, Prasetyo warga Semarang dan Wawan warga Jalan Peneleh, Surabaya. Mereka inilah yang membawa unggas tersebut. Mustofa mengatakan bahwa burung-burung tersebut dibawa dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Banjarmasin menuju Surabaya," lanjut Mustofa.

Saat KMP Gerbang Samudera bersandar, polisi yang curiga segera masuk. Polisi kemudian menemukan ratusan burung berada di dalam sangkar yang diangkut menggunakan motor. Dari situ, polisi kemudian melakukan pemeriksaan di anjungan dan kamar-kamar.

Di sebuah kamar, polisi menemukan puluhan kardus baik kardus berukuran besar dan kecil. Setelah dibuka, isi dalam kardus ternyata adalah burung. Kardus-kardus itu tidak tertutup. Untuk memberi ventilasi kepada burung, kardus itu dilubangi kecil. Langsung saja temuan itu dibawa ke kantor Polair Polda Jatim di Jalan Intan.

Setiba di Polair, petugas segera memindahkan sebagian burung ke dalam sangkar yang lebih luas. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan menghitung ulang, diketahui burung yang dibawa tersangka terdiri dari 24 ekor beo, 18 ekor ciung air coreng 1 ekor pelatuk, 22 ekor kolibri, 1 ekor puyuh mahkota/puyuh senguyan/mambru, 408 ekor cicak ijo, 16 ekor cicak jenggot, 468 ekor murai batu, 9 ekor serindil melayu, dan 10 ekor kacer. Jumlah totalnya adalah 1.005 ekor.

Sayangnya tidak semua unggas tersebut hidup. Sebagian mati diduga karena hawa panas karena diletakkan di dalam kardus berventilasi minim. Saat pertama kali dibawa, ada dua ekor burung yang mati. Setelah berada di Polair Polda Jatim, jumlah burung yang mati bertambah menjadi 15 ekor.

"Burung ini kami serahkan ke balai karantina yang nantinya akan diserahkan ke BKSDA," tandas Mustofa. (iwd/fat)
Berita Terkait