Pengaktifan kembali status UNP Kediri ini membuat ribuan mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan keluar dari kelas dan menuju mimbar bebas di lapangan.
Seperti yang diutarakan Wakil Predisen Bem UNP Kediri, Nening Nursyahvitri dirinya senang dan bersyukur UNP diaktifkan kembali. Karena selain mendapat segala pelayanan dan keuntungan saat berstatus aktif, keluarganya merasa tenang.
"Yang penting keluarga di rumah tenang mas, dengan status aktif lagi ini. Dan saya tidak diolok-olok dengan teman dari kampus lain," ujar Nening kepada detikcom, Selasa (10/11/2015).
Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI Kediri (YPLP PT PGRI -Kediri) Prof Sugiono, mengaku bersyukur di hadapan mahasiswa. Status UNP kembali aktif hasil dari buah kesabaran dan semangat kebersamaan mahasiswa dan pengurus, dosen serta pihak DIKTI.
"Kita akui ini adalah buah dari buruknya manajemen sehingga mendapat hukuman non aktif, semoga ke depannya pihak rektorat bersama yayasan mampu mengubah imej UNP Kediri menjadi kampus swasta yang terbaik di Kediri," jelas ucap Prof Sugiono.
Sebagai wujud syukur, seluruh dosen, pihak yayasan, mahasiswa melakukan sujud syukur di halaman parkir dengan berlinang air mata.
"Kampus UNP juga menjadi kampus percontohan bagi DIKTI bagi universitas lain yang bernasib sama, karena Hanya UNP yang mampu keluar dari keterpurukan dalam waktu singkat," tambah Sugiono. (bdh/fat)











































