Ini Tantangan yang Dihadapi Brigadir Futo Mengajar Lansia Buta Huruf

Ini Tantangan yang Dihadapi Brigadir Futo Mengajar Lansia Buta Huruf

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 11:11 WIB
Ini Tantangan yang Dihadapi Brigadir Futo Mengajar Lansia Buta Huruf
Foto: Imam Wahyudiyanta
trenggalek - Brigadir Futo Parietal membuat kegiatan memberantas buta huruf di Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Trenggalek. Pesertanya adalah lansia yang berusia di atas 50 tahun.

Tak mudah mengajar orang yang berusia lanjut. Jika dibandingkan, lebih banyak kesulitan yang dijumpai dari pada kemudahannya. Namun Futo tak mengeluh. Dia lebih memilih bersabar dan memaklumi.

"Belajarnya kan lesehan. Kalo membungkuk, mereka mengeluh keju-keju (capek otot kaku). Maklum sudah tua," kata Futo kepada detikcom, Selasa (9/11/2015).

Keluhan itu ditangapi Futo dengan menyediakan meja. Bukan meja seperti di sekolah, tetapi meja kecil seperti milik siswa TK yang digunakan untuk menggambar atau mewarnai. Tetapi itu sudah cukup membantu.

Kesulitan lain yang ditemui Futo adalah masih kakunya mereka dalam menulis. Karena itu Futo tak mengajarkan cara menulis angka dan huruf saat pertama kali mengajar. Yang diajarkannya pertama kali adalah menulis bentuk garis, baik datar maupun tegak.

"Tidak langsung diberi pelajaran mengenal huruf. Saya ajarkan bentuk garis dulu. Tangan mereka kan masih kaku. Harus pelan-pelan dulu," ujar Futo.

Setelah beberapa kali pertemuan, barulah Futo mengajarkan menulis angka. Dan sekarang, lima 'siswa' tersebut sudah bisa menulis angka. Suatu kemajuan kecil yang membuat hati Futo berbungah.

Dan hal lain yang dilakukan Futo agar para 'siswa' nya tetap merasa gembira dan semangat untuk tetap belajar adalah memberi uang saku. Setiap selesai belajar, futo memberikan uang saku ke mereka sebelum pulang.

"Biar lebih semangat lagi, mereka juga mendapat uang sekedar buat beli beras," tandas Futo. (iwd/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini