"Salah satunya diamankan di Tasikmalaya," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Yan Fitri Halimansyah kepada wartawan, Senin (9/11/2015).
Yang diamankan di Tasimalaya adalah Alendra LA (34), warga Bogor. Saat itu Alendra sedang bersembunyi di rumah istri mudanya di Tasikmalaya. Dari Alendra, polisi kemudian menangkap Agus Afriyan (19), warga Sugih Waras, Bojonegoro.
"Mereka warga luar Surabaya tetapi beraksi di Surabaya," lanjut Yan Fitri.
Mereka selalu membobol rumah kosong yang selalu ditinggal penghuninya. Untuk memastikan rumah tersebut kosong, mereka melakukan survey terlebih dahulu. Modus yang digunakan pelaku adalah masuk rumah melalui atap.
Setelah menjebol plafon, mereka mulai menggasak seluruh isi rumah. Tidak hanya uang tunai, barang berharga maupun barang elektronik saja yang mereka ambil, mereka juga menggasak motor dan mobil yang ada di dalam rumah.
Setidaknya ada lima mobil yang mereka gasak. Sedangkan benda berharga dan barang elektronik yang mereka gasak antara lain emas, perhiasan emas, ponsel, TV, laptop, kamera digital, jam tangan, dan lain sebagainya.
"Total hasil aksi kejahatan mereka mencapai Rp 3,5 milar. Kejahatan di 35 lokasi itu mereka lakukan hanya dalam lima bulan," ujar Yan Fitri.
Aksi terakhir yang mereka lakukan adalah pada 29 Oktober 2015 lalu. Mereka menyatroni sebuah rumah di kawasan Mulyosari. Hasil kejahatan itu sebagian mereka jual dan sebagian digunakan sendiri.
Satu mobil mereka jual sementara empat mobil lainnya mereka gunakan sendiri. Sementara barang berharga dan barang elektronika yang mereka dapatkan, sebagian digunakan sendiri dan sebagian diberikan ke para perempuan yang
menemani mereka di diskotek dan kafe.
"Salah satu dari tersangka adalah residivis," terang Yan Fitri.
Yang residivis adalah Alendra. Dia pernah tertangkap masing-masing sekali oleh polisi di Bogor dan Cirebon dalam kasus yang sama. Saat ini polisi tengah memburu dua DPO. Mereka adalah pelaku yang turut serta dalam aksi membobol rumah. Dalam aksinya, Alendra memang selalu berganti-ganti pasangan.
"Dua DPO dan sedang kami kejar," tandasnya. (iwd/fat)











































