Polisi Usut Peneror 3 Wartawan Lumajang, Tapi Tak Beri Pengamanan Khusus

Polisi Usut Peneror 3 Wartawan Lumajang, Tapi Tak Beri Pengamanan Khusus

Yakub Mulyono - detikNews
Minggu, 08 Nov 2015 17:09 WIB
Lumajang - Kapolres Lumajang AKBP Fadly Munzir Ismail menegaskan tidak ada pengamanan khusus terhadap 3 wartawan Lumajang yang mendapat ancaman pembunuhan. Namun Polres tetap mewaspadai setiap perkembangan yang ada.

"Kita tetap melakukan patroli seperti biasa. Utamanya di daerah tambang," kata Fadly, Minggu (8/11/2015).

Dia enggan berkomentar banyak terkait kasus ancaman tersebut dengan alasan sudah ditangani Polda Jatim. "Soal itu sudah ditanganai Polda Jatim, karena mereka bersama kabiro masing-masing melapor ke sana (Polda)," terang Fadly.

Namun, lanjut Fadly, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Polda Jatim untuk mengantisipasi setiap perkembangan yang ada. "Koordinasi dengan Polda Jatim tetap kita lakukan. Khususnya mengenai persoalan tambang ini," tukasnya.

Sementara itu, 3 wartawan yang mendapat teror pembunuhan, kini sudah kembali berada di kediamannya di Lumajang. "Barusan saja sampai di rumah," ujar Iwan dari TV One saat dihubungi detikcom sekitar pukul 15.00 WIB.

Meskipun sempat resah dengan adanya pesan teror tersebut, Iwan mengaku tidak begitu takut. Bahkan dia bersama dua wartawan lain yang juga mendapat ancaman, masih sempat melakukan liputan seperti biasa usai menerima pesan teror tersebut.

"Kita tetap bekerja seperti biasanya, namun juga harus lebih berhati-hati," katanya.

Diberitakan sebelumnya, 3 wartawan Lumajang menerima pesan teror pembunuhan pada Kamis pagi (5/11). Ketiganya, Iwan (TV One), Arif (JTV), dan Rahman (Kompas TV).

Ancaman pembunuhan itu berkaitan dengan berita tambang pasir di Lumajang. Kemudian ketiganya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jatim pada Jum'at malam (6/11). (mok/fdn)
Berita Terkait