Peragaan busana ini digelar di Sungai Complong, Kejayan, Pasuruan, Sabtu (7/11/2015). Kegiatan yang menampilkan desain dan kreasi siswa SMAN 1 Kejayan (Smanike) ini tentunya menyedot perhatian warga. Penonton pun memadati stren di sepanjang sungai.
Sejumlah peserta dari tujuh sekolah berpartisipasi dalam peragaan busana yang bertema 'Carnival On The River'.
Carnival On The River yang digagas Smanike sejak lima tahun silam ini memang khas, yakni menjadikan rakit dari rangkaian tong dan kayu yang disulap sebagai catwalk.
Para peraga busana yang mengenakan kostum-kostum cantik sesuai tema berdiri di atas rakit yang digerakkan manusia.
Meski digelar setiap tahun, even ini selalu segar dan tidak pernah membosankan karena selalu berganti tema. Tidak heran meski panas menyegat, warga setia menyaksikan hingga peserta terakhir menyentuh garis finish.
Mengambil tema Zamrud Katulistiwa, para peraga busana menampilkan pakaian adat nasional. Selaras dengan pakaian adat yang dipakai, rakit yang membawa mereka juga didesain menyerupai rumah adat.
Rakit-rakit yang mengapung dan mengalir mengikuti arus ini berurutan memecah Sungai Complong tersebut jadi perhatian setiap mata dan sasaran jepretan kamera.
"Peserta terus bertambah dari tahun ke tahun. Hari ini ada 38 peserta, ada 38 rakit yang berpartisipasi. Peserta dari sekolah lain juga mulai bergabung," terang Wakil Kepala Sekolah Smanike, Edi Susanto.
Carnival On The River, kata dia, selain bertujuan merangsang kreatifitas siswa juga mengajak siswa dan warga menghargai lingkungan terutama sungai.
Edi menyatakan, sejak dijadikan lokasi karnaval, Sungai Complong semakin bersih. Warga punya kesadaran menjaga kebersihan sungai.
Even kali ini lebih spesial dengan kehadiran Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf. Politisi PKB itu cukup senang dan menikmati acara dari awal hingga akhir. "Ini kreativitas yang bagus. Sungai pun menjadi bersih, saya bangga," katanya. (ugik/ugik)











































