Menurut Kepala UPT Bandara Notohadinegoro, Jember, Edy Purnomo, sekitar pukul 08.00 WIB pihaknya menerima Notice To Airmen bahwa arah angin atau abu vulkanik mengarah ke selatan.
"Yang artinya tidak mengganggu penerbangan ke Bandara Notohadinegoro," kata Edy kepada wartawan.
Dengan dibukanya penerbangan ini, lanjut Edy, pihaknya bisa memberangkatkan penumpang. Meski kedatangan Garuda Airlines dari Surabaya sedikit terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan.
"Kalau jadwalnya pesawat datang sekitar 10.20 WIB. Tapi tadi agak terlambat sekitar 15 menitan," sambung Edy Purnomo.
Dia menuturkan, tidak menutup kemungkinan aktivitas penerbangan rute Surabaya - Jember kembali ditutup, jika arah abu vulkanik mengarah ke barat daya dan mengganggu penerbangan.
Sementara sejumlah penumpang sejak pagi berdatangan dan Check in di loket. Beberapa penumpang yang kemarin kecewa karena penerbangan dibatalkan, kini mereka mengaku senang.
"Kemarin sudah menunggu kedatangan pesawat, tapi katanya dibatalkan. Sekarang penerbangan sudah kembali normal dan saya lewat jalur udara menuju Surabaya," kata Saputra, penumpang asal Surabaya yang beberapa hari berada di Jember.
(iwd/fat)











































