Bisa jadi, keberadaan Rini Soemarno di Kabinet Kerja cukup menjadi hambatan bagi oknum-oknum tertentu, khususnya dari partai politik (parpol) pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam menguasai perusahaan plat merah di bawah naungan Kementrian BUMN.
"Bisa saja dengan masih adanya Rini Soemarno di Kementrian BUMN, parpol tidak bisa menempatkan orang-orangnya di perusahaan BUMN. Makanya posisinya terus dirongrong," ucap Arum Sabil, Rabu (4/11/2015).
Di satu sisi, Rini Soemarno dengan sejumlah terobosan dalam setahun belakangan dinilai sudah menunjukkan kinerja sangat baik. Rini Soemarno adalah seorang profesional yang bukan hanya mengetahui dunia bisnis, tetapi juga memahami birokrasi pemerintahan.
"Sekali lagi, Bu Rini adalah penyeimbang di pemerintahan Jokowi-JK, khususnya di kementrian BUMN, dari adanya tarikan dan benturan kepentingan bisnis dan kepentingan parpol. Disitulah peran Bu Rini demikian sangat membantu sosok Presiden Jokowi dalam mewujudkan Nawacita tanpa adanya beban kepentingan parpol pendukung dan lainnya," tegas Arum.
Arum Sabil yang juga ketua umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia atau APTRI Pusat menyatakan, dirinya sangat meyakini atas penilaian opitimistis yang menyebut bahwa Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno, mampu membawa badan usaha milik negara (BUMN) ke "masa keemasan" dalam empat tahun ke depan.
"Saya sepakat dengan pengamat ekonomi Dr Jos Luhukay di Jakarta, dimana beberapa waktu lalu secara obyektif telah menyampaikan penilaian positif kinerja Menteri BUMN yang terus berbenah layaknya seorang CEO dari grup bisnis yang besar. Dia akan mengantarkan BUMN ke masa keemasan dalam empat tahun ke depan," papar Arum Sabil.
Karier Rini Soemarno sendiri hingga posisinya sekarang demikian panjang, diantaranya pernah menjadi pimpinan di beberapa perusahaan besar. Termasuk menjadi direktur utama PT Astra Internasional pada 1998-2000, serta berpengalaman menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004.
Saat menjadi menteri di era Presiden Megawati Soekarnoputri, Rini Soemarno berjasa menghentikan impor gula yang sebelumnya terjadi secara besar-besaran. Sehingga ia mendapatkan apresiasi dari kalangan petani tebu di dalam negeri.
Rini Soemarno pun dinilai adalah sosok tepat menggawangi Kementrian Negara BUMN yang membawahi sebanyak 119 perusahaan BUMN yang klasifikasi bisnis dan cakupan usaha atau industrinya beragam, dari yang besar hingga yang kecil.
"Bukan hal mudah buat Beliau untuk memimpin BUMN sebanyak itu dengan aset yang sebenarnya lebih besar dibanding holding company Temasek di Singapura dan Khazanah Nasional di Malaysia. Sehingga Presiden Jokowi telah tepat menempatkan Rini Soemarno di posisinya sekarang serta perlu memberikan ruang dan waktu untuk mewujudkan masa keemasan BUMN seperti diprediksikan sejumlah kalangan," ujar Arum Sabil yang juga ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia atau Gapperindo Jatim. (bdh/fat)











































