Dari lima pelaku, tiga bisadiamankan, sementara dua yang lain masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Komplotan ini terorganisir dan dikendalikan oleh satu pelaku yang sayangnya masih belum bisa diamankan.
Tiga pelaku yang diamankan adalah Salmah warga Simo, Dijah warga Manukan dan Suhadi warga Kemayoran. Sementara pelaku yang masih DPO adalah BB dan SS.
"Aksi terakhir mereka lakukan di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Nginden," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanere kepada wartawan, Selasa (3/10/2015).
Dari supermarket tersebut, komplotan itu berhasil mencuri 18 susu kaleng dan sejumlah selai serta kopi. Modus yang mereka gunakan selalu sama. Sebelum beraksi, mereka menyewa sebuah mobil. Selanjutnya mobil itu diarahkan ke sebuah pusat perbelanjaan yang menjadi sasaran.
Kecuali Suhadi yang bertindak sebagai sopir dan menunggu di mobil, mereka lalu masuk dan berpura-pura belanja. Mereka lalu berjalan ke rak tempat susu diletakkan. Setiba di rak susu, BB lalu beraksi mencopot pengaman yang melingkari kaleng susu.
Mencopot pengaman kaleng susu adalah kunci dari aksi tersebut. Tanpa mencopot pengaman, aksi mereka bakal ketahuan. Bila pengaman kaleng masih melekat, pasti alarm akan berbunyi bila susu dibawa keluar. Usaha melepaskan pengaman kaleng susu diduga menggunakan magnet.
"Setelah pengaman kaleng dilepas, giliran dua pelaku yang kami tangkap yang bertindak. Mereka memasukkan susu-susu tersebut ke tas yang dibawa," lanjut Takdir.
Mereka lalu berjalan keluar dan menyembunyikan susu itu di dalam mobil. Satu tas hanya bisa menyembunyian dua kaleng susu sehingga mereka harus bolak-balik untuk mengambil semua susu yang sudah 'diamankan'.
Setelah aksi berhasil, setiap orang mendapat upah Rp 250 ribu. Susu-susu itu kemudian dikuasai sendiri oleh SS tersebut. Polisi sendiri belum mengetahui dibawa ke mana dan dijual ke siapa susu-susu itu oleh SS.
"Kepada kami, komplotan itu mengaku baru beraksi sekali di Surabaya. Tapi kami tidak percaya pengakuan itu," ujar Takdir.
Ketidak percayaan Takdir masuk akal karena sebelum beraksi di Surabaya, mereka beraksi di Bali. Di Pulau Dewata itu mereka beraksi selama tiga hari. Dan selama tiga hari itu, mereka berhasil mencuri 89 kaleng susu.
"Para pelaku kami amankan berdasarkan rekaman CCTV," tandas takdir. (fat/fat)











































