"Kita minta kepada seluruh driver tidak sembarangan berhenti saat menunggu maupun saat berkoordinasi di lapangan sesama driver," kata Operasional Go-Jek Surabaya, Candra Noviandri, kepada detikcom, Selasa (3/10/2015).
Hal ini terkait adanya laporan kerap adanya pengusiran dari Satpol PP Kota Surabaya terhadap driver Go-Jek saat mangkal di tempat umum. "Ya kalau mengganggu ya saya kira wajar kalau diusir. Makanya, kita minta pada driver juga ikut menjaga ketertiban kota serta mentaati aturan serta peraturan yang berlaku," imbuhnya.
Candra juga menegaskan baik perusahaan maupun driver tidak berpolitik praktis pada Pilkada Surabaya. Kalaupun ada driver yang menyatakan dukungan pada salah satu pasangan calon, Candra mengaku dukungan tersebut bersifat individu.
"Kita non blok, kita tidak mau dicampur adukkan ke dalam politik. Kita hanya ingin yang terbaik untuk masyarakat Surabaya dan tidak berpolitik.
"Kalau ada driver yang menyatakan dukungan pada salah satu pasangan calon. Saya tegaskan itu sifatnya individu," pungkas Candra. (ze/try)










































