"Ada yang tertangkap tangan atau terbukti menggunakan narkoba kita proses sidang lalu pecat (PTDH). Merusak keluarga dan institusi," tegas Bastoni saat pimpin apel perdana yang melibatkan ratusan polisi berpangkat Bripda hingga Bripka beserta anggota Bhayangkari di halaman Polres Banyuwangi, Senin (2/11/2015).
Saat memimpin apel tersebut, Bastoni menyerukan jika institusi Polri khususnya Polres Banyuwangi tidak akan pernah merugi jika melakukan PTDH pada anggota nakal yang terlibat narkoba. Meski peristiwa Brigadir R yang lagi nyabu dan direkam kamera ponsel oleh AD sang istri itu terjadi pada 2011 lalu, mantan Kapolres Tulungagung ini tetap berkewajiban untuk serukan evaluasi, instropeksi, memperbaiki diri serta intern di institusi yang ia pimpin.
"Polres Banyuwangi tidak rugi pecat anggota yang terlibat narkoba dan kenakalan lainnya. Lebih baik kita punya anggota sedikit tapi baik, daripada anggota banyak tapi tidak baik perilakunya," imbuhnya.
Dalam pembinaan dan pengarahan terbuka yang dipimpin Bastoni tersebut, ratusan anggota polisi dan bhayangkari ini juga diwanti wanti agar menjadi contoh yang baik bagi publik dan mentaati hukum serta norma yang berlaku.
"Jauhi narkoba, tidak usah datang ke tempat hiburan, termasuk yang sudah resmi menikah ini ga usah selingkuh-selingkuh, hentikan, komitmen!. Hati hati tindak tanduknya apalagi di medsos. Tidak perlu sering selfie (narsis). Buat apa pamer? Kita itu sudah laku semua ga usah cari perhatian. Buat apa? Nanti malah kebablasan. Dampaknya besar. Ini memang hak asasi tapi perlu digarisi supaya bisa menjaga nama baik keluarga dan institusi," pungkasnya dengan tegas. (bdh/bdh)











































