Pada babak pertama, kedua calon wali kota diberikan waktu untuk memaparkan visi dan misi dengan tema meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat.Session pertama itu nampaknya dimanfaatkan oleh pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana yang diusung PDIP.
Pasangan nomor urut dua ini mampu mencuri kesempatan di acara yang disiarkan langsung. Whisnu yang mendampingi Risma terlihat membawa beberapa lembar kertas putih.
Awalnya saat Rasiyo memberikan paparan, para pendukung kedua pasangan calon itu tidak mengetahui kertas yang dibawa Whisnu. Namun, teka-teka itu akhirnya terbuka tatkala Risma mendapat kesempatan memberikan paparan. Whisnu mendadak langsung membuka kertas putih itu.
Saat dibalik, kertas itu bergambar tagline mereka. Bunnyinya diantaranya adalah 'Risma-Whisnu 2 iki Suroboyo' dan foto pembangunan gedung sekolah dan inftrastruktur lainnya.
Nampaknya pasangan dan timnya itu mengerti celah untuk 'nebeng' alias kampanye gratis melalui siaran langsung di televisi swasta nasional itu. Saat debat publik berlangsung, suasana sempat terjadi di luar arena. Panitia memang sudah mengantisipasi dengan memasang dua layar besar.
Pendukung pasangan nomor 2 lebih banyak mendominasi di luar gedung. Ironisnya, saat Rasiyo memberikan paparan di session kedua, massa berkaus merah yang menonton layar pun ada yang melontarkan olokan. Suasana pun menjadi gaduh.
"Palsu..palsu," teriak mereka. Bahkan tak jarang, mereka meneriaki. "Huuuu, hancurkan!" teriaknya. Massa pun saling bersahutan dengan aneka teriakan. Sebaliknya apabila Risma usai memberikan paparan, aplaus pun membahana.
Bahkan saat Lucy berusaha membantu memberikan penjelasan juga mendapat sorakan.Hingga Pukul 19.40 Wib, debat publik masih berlangsung.
(ugik/ugik)











































