"Dari provinsi sampai akhir Oktober, kita bantukan ke kabupaten kota sekitar Rp 4 miliar khusus droping air," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Sudarmawan kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kamis (29/10/2015).
Ia mengatakan, hingga saat ini masih ada 512 desa yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang mengalami kekeringan. Dari 24 daerah tersebut, kekeringan yang paling parah di 4 daerah di Madura. Sedangkan di kawasan mataraman di Kabupaten Trenggalek.
"Droping air kami serahkan ke kabupaten kota. Uang kita serahkan ke kabupaten kota, kemudian mereka MoU dengan pihak ketiga untuk droping iar," tuturnya.
Sudarmawan menambahkan, tahun ini ada bantuan pengadaan sarana prasarana misalnya sumur bor dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Ada sekitar 44 titik (sumur bor) dari BNPB. Kita menerima kemudian kita transfer ke kabupaten kota. Eksekutor pelaksananya kabupaten dan kota," tandasnya. (roi/bdh)











































