"Korban atas nama Amrina Friska Aprilia. Korban adalah mahasiswi," kata Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Lily Djafar kepada wartawan, Selasa (27/10/2015).
Amrina saat itu memang sendirian di rumah. Semua saudaranya sudah pergi meninggalkan rumah untuk sekolah dan bekerja, dan Amrina biasanya adalah orang yang terakhir meninggalkan rumah. Sekitar pukul 09.15 WIB, datang seorang pria ke ruma tersebut menggunakan motor matic.
Kepada Amrina, pria itu mengatakan bahwa ia disuruh ayah Amrina datang ke rumah tersebut untuk suatu keperluan. Ayah Amrina memang tidak tinggal di situ, tetapi tinggal di Bangkalan, Madura. Kepada pria tersebut, mahasiswi ITS itu mengatakan bahwa ayahnya tidak berada di rumah.
Pria itu kemudian meminta agar Amrina menelepon ayahnya. Permintaan itu dituruti. Saat perempuan 24 tahun itu masuk untuk mengambil ponsel, pria itu mengikuti dan langsung bertindak kasar begitu mereka sudah masuk rumah. Amrina langsung disekap.
Tubuhnya diikat menggunakan tali rafia dan mulutnya dilakban. Karena masih terus meronta dan mengeluarkan suara, pelaku mengikat mulut Amrina menggunakan ikat pinggang. Tetapi sebelumnya pelaku meminta mahasiswi jurusan Sistem Informasi itu untuk menunjukkan tempat uang dan perhiasan berada. Tetapi Amrina mengaku tidak tahu.
"Dua buah ponsel dan sebuah laptop dibawa lari pelaku," ujar Lily.
Amrina sendiri akhirnya berhasil melepaskan diri dan meminta bantuan tetangga untuk menghubungi polisi dan orangtuanya. "Kami masih melakukan proses penyelidikan terhadap kasus ini," tandas Lily. (fat/iwd)










































