Para pendaki asal Tangerang dan Jember itu ditemukan di kawasan Cisentor oleh dua petugas BKSDA setempat, Jamhari dan Bahri. Para pendaki itu bahkan menolak untuk dievakuasi turun menuju Posko Baderan di Kecamatan Sumbermalang, Selasa (27/10/2015).
"Pendaki berjumlah 7 orang, bukan 8 orang. Mereka terdiri dari 2 rombongan, masing-masing pendaki dari Tangerang 3 orang dan dari Jember 4 orang. Semuanya ditemukan dalam keadaan selamat," kata Susiono, Kepala Resort Wilayah 23 Gunung Argopuro, di kantornya di Desa Baderan Kecamatan Sumbermalang.
Susiono menandaskan, saat ini para pendaki masih berada di kawasan Cikasur. Mereka menolak dievakuasi turun karena masih akan melanjutkan campingnya. Selain logistiknya masih cukup, para pendaki juga menganggap situasi dan kondisi masih aman.
Bahkan, 7 pendaki itu akan kembali bermalam di kawasan mata air dua, yang berjarak hanya sekitar 300 meter dari puncak Gunung Cemara Panjang yang memiiki ketinggian 2.217 mdpl.
"Informasi terjadinya kebakaran itu tidak betul. Memang ada kebakaran hutan di kawasan itu, tapi sudah sebulan yang lalu," tegas Susiono.
Karena itu, kabar yang disampaikan pendaki kalau mereka terjebak kebakaran hutan melalui HT (handy talk), diduga karena mereka tiba-tiba trauma. Mereka diperkirakan panik saat melihat adanya bekas kebakaran hutan di kawasan tersebut.
"Sangat mungkin begitu, jadi mereka paniik setelah melihat adanya bekas kebakaran hutan. Padahal, kebakaran hutannya sudah sebulanan yang lalu," timpal Camat Sumbermalang, Dadang A Bintoro.
Sebanyak 8 pendaki dikabarkan terjebak di kawasan Cikasur Gunung Argopuro Situbondo, Senin (26/10/2015). Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan turun ke Pos Baderan Kecamatan Sumbermalang, karena terhadang kebakaran hutan. Puluhan anggota tim SAR gabungan dari BPBD Situbondo dan Basarnas Jember langsung bergerak menuju ke Desa Baderan Kecamatan Sumbermalang. Mereka bersiap untuk melakukan upaya evakuasi. (bdh/fat)










































