Mendengar kepastian itu, keluarga langsung menjemput jenazah korban di RSU Magetan. Sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah disambut isak tangis keluarga.
Ayah korban, Suryono mengaku sejak awal sudah meyakini salah satu korban kebakaran Gunung Lawu adalah anaknya.
"Tapi gimana lagi, tetap harus nunggu hasil tes DNA. Jadi kita menunggu selama seminggu ini," kata Suryono kepada wartawan di rumah duka, Senin (26/10/2015).
Di mata keluarga, Aris adalah sosok mandiri. Secara akademis, Aris juga berprestasi, bahkan setelah lulus kuliah di Universitas Brawijaya Malang, dia langsung diterima di 5 perusahaan nasional.
Namun hatinya memilih untuk berkarya di PT Trakindo. Selama 3 tahun bekerja, Aris rajin menabung karena berencana mengakhiri masa lajangnya Februari tahun depan.
Aris Munandar adalah jenazah terakhir yang teridentifikasi, setelah 6 jenasah korban Gunung Lawu lainnya berhasil ditemukan 3 hari pasca kebakaran, Jumat (16/10).
(bdh/fat)











































